Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Pendaki Jadi Korban Erupsi, Pendakian Gunung Dukono Sebenarnya Tutup

Kompas.com, 8 Mei 2026, 16:55 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Erupsi dahsyat Gunung Dukono di Halmahera Utara pada Jumat (8/5/2026) kembali menegaskan satu hal penting: pendakian ke gunung tersebut sebenarnya sedang ditutup sejak April 2026.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya aktivitas pendakian hingga lima orang dilaporkan mengalami luka-luka saat erupsi terjadi.

5 pendaki jadi korban

Kepala Bidang II Kedaruratan dan Logistik BPBD Halmahera Utara, Henny Tonga, mengonfirmasi sedikitnya lima pendaki terluka akibat erupsi pagi itu.

"Informasi yang kami terima pendaki alami luka-luka sebanyak lima orang," ujar dia dilansir dari Kompas.com (8/5/2026).

Hingga saat ini, tim gabungan masih menelusuri jumlah pasti pendaki yang berada di kawasan puncak ketika letusan terjadi. BPBD mengaku belum memiliki data lengkap karena pendaki diduga naik tanpa koordinasi resmi.

Baca juga: Ada 9 WNA Singapura yang Terjebak Erupsi Gunung Dukono, 2 Masih Hilang di Zona Bahaya

Laporan Pos Pengamatan di Desa Mamuya menunjukkan erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT, dengan kolom abu menjulang 10.000 meter di atas puncak atau 11.087 mdpl.

Kolom abu tampak berwarna putih, kelabu, hingga hitam, dan condong ke arah utara dengan intensitas tebal. Getaran erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi hampir 1.000 detik.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat langsung bergerak menuju lokasi.

Pendakian Dukono sudah ditutup sejak 17 April 2026

Fakta penting muncul dari pernyataan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono. Ia menegaskan bahwa surat larangan pendakian sebenarnya telah terbit sejak 17 April 2026 dan belum pernah dicabut.

"Surat pelarangan untuk tidak mendaki ke Gunung Dukono terbit sejak 17 April 2026 dan sampai saat ini belum dicabut," tegasnya.

Tim SAR gabungan saat berada di puncak gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk melakukan evakuasi tiga korban meninggal imbas erupsi pada Jumat (8/5/2026).HUMAS BASARNAS TERNATE Tim SAR gabungan saat berada di puncak gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk melakukan evakuasi tiga korban meninggal imbas erupsi pada Jumat (8/5/2026).

Gunung Dukono berada pada status level II (Waspada). Karena itu, masyarakat maupun wisatawan direkomendasikan tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekat ke Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.

Larangan tersebut diterbitkan karena aktivitas letusan bersifat periodik, dengan abu vulkanik yang sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Hal inilah yang membuat zona bahaya berubah-ubah dan sulit diprediksi.

Ancaman abu vulkanik, masyarakat diminta waspada

Bambang menambahkan bahwa masyarakat sekitar wilayah terdampak harus selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut.

"Ini untuk menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," jelasnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Dukono, Pendaki Asal Jayapura Tewas, Total Korban Jiwa 3 Orang

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar tentang kepatuhan terhadap aturan pendakian. Meski larangan resmi masih berlaku, aktivitas pendakian rupanya tetap terjadi, hingga membawa risiko besar bagi para pendaki maupun tim penyelamat.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan korban lain. BPBD menunggu laporan lengkap dari tim di lapangan mengenai total pendaki dan kondisi para korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau