Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Songkran 2026 di Thailand Berujung Duka, 95 Orang Meninggal

Kompas.com, 16 April 2026, 07:08 WIB
Krisda Tiofani,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak 95 orang meninggal dunia selama tiga hari Songkran 2026, atau perayaan tahun baru di Thailand yang berlangsung dari Senin (13/4/2026) sampai Rabu (15/4/2026).

Catatan kasus meninggal dunia tersebut berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas, yang terjadi pada tiga hari pertama liburan Songkran di Thailand, tepatnya dari Jumat (10/4/2026) sampai Minggu (12/4/2026).

Baca juga: 

Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand, Lalida Persvivatana mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Olahraga telah bekerja sama dengan Biro Kepolisian Pariwisata dan instansi terkait demi memantau keamanan selama Songkran 2026.

95 orang meninggal saat Songkran di Thailand

Ada total 581 kasus kecelakaan dan 486 kasus cedera

Sebanyak 95 orang meninggal selama tiga hari Songkran 2026 di Thailand yang berlangsung dari Senin (13/4/2026) sampai Rabu (15/4/2026).Getty Images/Paula Bronstein Sebanyak 95 orang meninggal selama tiga hari Songkran 2026 di Thailand yang berlangsung dari Senin (13/4/2026) sampai Rabu (15/4/2026).

Periode libur nasional di Thailand ini dijuluki sebagai "Tujuh Hari Berbahaya" yang merujuk pada periode kampanye keselamatan jalan raya di Thailand selama perayaan Songkran, ketika kecelakaan lalu lintas biasanya meningkat tajam, dilansir dari Bangkok Post, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan data dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Lalida mengatakan bahwa terdapat 486 orang terluka dalam kecelakaan di Negeri Gajah Putih selama tiga hari tersebut.

"Pada tanggal 12 April saja, pihak berwenang mencatat 193 kecelakaan, yang mengakibatkan 169 cedera dan 24 kematian. Secara kumulatif, dari tanggal 10 hingga 12 April, terjadi 581 kecelakaan, dengan 486 cedera dan 95 kematian," ujar Lalida, dikutip dari New Straits Times.

Dia menambahkan, tujuh wisatawan asing juga terluka dalam kecelakaan lalu lintas selama Songkran pada periode tersebut, beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Baca juga:

Penyebab kecelakaan lalu lintas di Thailand

Sebanyak 95 orang meninggal selama tiga hari Songkran 2026 di Thailand yang berlangsung dari Senin (13/4/2026) sampai Rabu (15/4/2026).WIKIMEDIA COMMONS/JJ HARRISON Sebanyak 95 orang meninggal selama tiga hari Songkran 2026 di Thailand yang berlangsung dari Senin (13/4/2026) sampai Rabu (15/4/2026).

Inspektur jenderal transportasi Thailand, Phadoongsak Sarujikamjornwattana mengatakan, Provinsi Lampang di utara Thailand mencatat kasus kecelakaan lalu lintas terbanyak, tepatnya ada 25 kasus dengan korban luka terbanyak yang juga 25 orang.

Adapun di Ibu Kota Thailand, Bangkok, dilaporkan terdapat enam orang korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.

Pada Minggu (12/4/2026) saja, terjadi 171 kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 24 orang dan melukai 169 lainnya.

Bangkok bahkan mencatat jumlah korban jiwa terbanyak pada hari tersebut dengan total tiga orang.

Kecelakaan lalu lintas ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pengendara yang ngebut dan pengendara yang mabuk.

Bila dilihat dari tipe kendaraannya, 77 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor.

Departemen Pengawasan Thailand mengatakan bahwa periode Jumat (10/4/2026) sampai Minggu (12/4/2026), terdapat 1.750 pengemudi yang dihukum karena pelanggaran lalu lintas.

Sebanyak 92 persen di antaranya melibatkan alkohol yang menyebabkan pengemudi mabuk.

Itulah sebabnya, Phadoongsak menegaskan bahwa para pejabat setempat mengusung kampanye keselamatan festival demi memastikan perang air Songkran tetap berjalan aman, dengan menetapkan larangan penjualan alkohol kepada anak di bawah umur.

Baca juga:

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau