KOMPAS.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Mangkubumi, menegaskan bahwa konsep pariwisata Yogyakarta tidak dapat disamakan dengan Bali.
“Ini Jogja, bukan Bali. Alam harus dijaga dari kerusakan,” kata Mangkubumi, dikutip dari Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Pernyataan ini disampaikan Mangkubumi saat Musyawarah Daerah ke-IX Kadin Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (9/2/2026).
Menurut Mangkubumi, pengembangan pariwisata di DIY, khususnya di Kabupaten Gunungkidul, tidak bisa dikelola dengan pola yang sama seperti Bali karena berisiko merusak lingkungan.
Sebaliknya, kata dia, pengelolaan pariwisata harus memperhatikan daya dukung lingkungan dan karakter wilayah, terutama kawasan pesisir dan pedesaan di Gunungkidul.
Baca juga: Bandung – Yogyakarta Kini Bisa Naik Pesawat dari Bandara Husein Sastranegara
Dihubungi Kompas.com pada Minggu (15/2/2026), Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, sepakat dengan pernyataan tersebut.
"Kami sependapat dengan pernyataan GKR Mangkubumi bahwa pengelolaan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak dapat disamakan dengan daerah lain, termasuk Bali," kata Imam.
Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik sosial, budaya, lingkungan, serta tata ruang yang berbeda, sehingga pendekatan kebijakan pengembangannya pun harus disesuaikan dengan identitas dan nilai lokal.
Baca juga: Lengkap, Ini Daftar Acara Seru di Yogyakarta Sepanjang 2026
Sikap ini disebut selaras dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026–2045.
Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga turut angkat bicara soal pernyataan pariwisata Yogyakarta tidak bisa dibandingkan dengan Bali.
Sultan mengatakan bahwa karakteristik Yogyakarta dengan Bali sangat berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan atau disamakan dalam pola pengembangan daerah.
Baca juga: Yogyakarta ke Tegal Kini Makin Mudah, Bisa Naik Bus yang Nyaman
“Tidak usah diperbandingkan dengan Bali, kan beda Yogyakarta sama Bali,” ujar Sultan di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Sabtu (14/2/2026), seperti dikutip Kompas.com.
Meski sama-sama daerah wisata, menurut Sultan, kultur masyarakat di Yogyakarta dan Bali berbeda sehingga meminta semua pihak tidak lagi membandingkan antara Yogyakarta dengan Bali.
Ia berharap, dalam pengembangannya Yogyakarta dapat tetap memegang teguh kebudayaannya dan dapat terus dilestarikan.
“Jadi tidak usah membanding-bandingkan, Yogyakarta ya untuk Yogyakarta sendiri,” kata Sultan.
Baca juga: 2 Ruas Tol Baru Yogyakarta Akan Difungsikan, Siap Kurangi Beban Arus Mudik Lebaran 2026