Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mesti Sabar Kalau Mau ke TN Komodo, Penutupan Diperpanjang sampai 1 Februari karena Alasan Ini

Kompas.com, 30 Januari 2026, 08:22 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Editor

KOMPAS.com — Wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo harus bersabar dan rajin mengecek info update buka-tutup destinasi ini.

Info terbaru, Otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kembali memperpanjang penutupan pelayaran kapal wisata menuju TN Komodo dan kawasan sekitarnya hingga 1 Februari 2026.

Alasannya karena adanya potensi cuaca ekstrem yang dinilai membahayakan keselamatan wisatawan.

Dipicu angin kencang dan gelombang tinggi

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa maklumat pelayaran dikeluarkan setelah pihaknya menerima laporan prakiraan cuaca Maritim BMKG per 26 Januari 2026.

Baca juga: Jangan Kecele Karena Akses ke TN Komodo Tutup Sementara, Ini Sebabnya

Data BMKG menunjukkan adanya potensi angin kencang serta gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.

"Maklumat itu dikeluarkan untuk menindaklanjuti informasi kecepatan angin dan tinggi gelombang dari prakiraan cuaca Maritim BMKG dan hasil pengamatan laut dari pos darat serta laporan kapal lainnya," ujar Stephanus dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

Sebagai tindak lanjut, pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk seluruh kapal wisata, termasuk speed boat, ditutup sementara mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026. SPB hanya akan dibuka kembali setelah cuaca dinyatakan membaik oleh BMKG.

Instruksi untuk nakhoda kapal wisata TN Komodo

Dalam maklumat tersebut, KSOP meminta para nakhoda untuk:

  • Memastikan kelaiklautan kapal,
  • Berlindung di area aman ketika cuaca memburuk,
  • Memberitahukan kapal lain jika menemukan potensi bahaya,
  • Serta berlabuh atau mooring di lokasi terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat dengan mesin dalam kondisi standby.

Baca juga: Pink Beach di Pulau Komodo Jadi Pantai Terindah di Dunia 2025

KSOP juga menekankan agar para nakhoda tetap berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas apabila kondisi cuaca semakin memburuk.

TN Komodo sudah delapan kali tutup sejak akhir 2025

Penutupan pelayaran menuju TN Komodo bukan pertama kali terjadi. Sejak insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025, penutupan telah dilakukan sebanyak delapan kali.

Berikut riwayat penutupan yang tercatat:

kapal wisata sedang berlabuh di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Kompas.com/nansianus taris kapal wisata sedang berlabuh di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

  • 29 Desember 2025
  • 2–6 Januari 2026
  • 5–8 Januari 2026
  • 12–15 Januari 2026
  • 14–20 Januari 2026
  • 20–27 Januari 2026
  • 27–29 Januari 2026
  • 29 Januari–1 Februari 2026 (penutupan terbaru)

Serangkaian penutupan ini menegaskan bahwa kondisi cuaca di perairan Labuan Bajo sedang tidak stabil sehingga memerlukan langkah pengamanan ekstra, terutama karena rute wisata TN Komodo didominasi aktivitas laut.

Keselamatan wisatawan jadi prioritas

KSOP menegaskan bahwa kebijakan penutupan bersifat antisipatif guna mencegah kecelakaan serupa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca juga: Isu Ratusan Vila di Pulau Padar, Menhut: Tak Akan Ganggu Habitat Komodo

Wisatawan diimbau mengikuti informasi resmi sebelum merencanakan perjalanan ke TN Komodo dan memahami bahwa keselamatan menjadi prioritas utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau