Penulis
KOMPAS.com - Indonesia mengajukan Teater Mak Yong (ekstensi Mak Yong Malaysia) untuk masuk Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity), Minggu (30/3/2025).
"Mak Yong hidup dinamis juga di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau dan Sumatera. Dengan pengajuan ekstensi ini, Indonesia berkomitmen untuk turut serta dalam pelestarian Mak Yong sebagai seni pertunjukan tradisional yang kaya nilai budaya," kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon lewat keterangan resmi, dikutip Minggu (30/3/2025).
Baca juga: Indonesia Resmi Ajukan Tempe, Teater Mak Yong, dan Jaranan ke UNESCO
Selain Teater Mak Yong, Indonesia juga mengajukan Budaya Tempe dan Jaranan: Seni Pertunjukan dan Ritual untuk masuk dalam daftar yang sama.
Lantas, mengapa ada "ekstensi Mak Yong Malaysia" dalam pengajuan tersebut?
Sebagai informasi, Teater Mak Yong adalah seni pertunjukan tradisional masyarakat Melayu yang memadukan seni peran, musik, vokal, dan gerak tubuh. Seni ini menyebar ke Indonesia sejak awal abad ke-19.
Teater Mak Yong (ekstensi Mak Yong Malaysia) didaftarkan lewat mekanisme ekstensi budaya, dan prinsip kerja sama internasional.
Baca juga:
Adapun sebelumnya Mak Yong dari Malaysia sudah masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO (Intangible Cultural Heritage) tahun 2008.
Menurut Menteri Fadli, nominasi ekstensi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Nominasi lewat ekstensi budaya bertujuan meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan rasa saling menghargai antara berbagai bangsa yang memiliki budaya yang sama atau mirip dan menjalin kerja sama internasional.
Baca juga: Sejarah Reog Ponorogo yang Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Topeng yang digunakan dalam Teater Mak Yong."Kami berharap kerja sama dengan Malaysia akan semakin erat, sehingga upaya pelindungan dan pengembangan Mak Yong dapat terus berkelanjutan," kata Menteri Fadli.
Dengan pengajuan Teater Mak Yong, ditambah tempe dan Jaranan, ke UNESCO, Fadli mengingatkan kembali komitmen Indonesia untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Tanah Air.
Baca juga: Ini 3 Warisan Budaya Tak Benda RI yang Akan Diajukan ke UNESCO
"Ke depannya, saya yakin penting bagi kita untuk mengembangkan road map yang jelas dan terkoordinasi guna mendukung proses pengajuan dan memadukan kerja sama budaya di masa mendatang," ucapnya.
Untuk diketahui, dikutip dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Teater Mak Yong umumnya membawakan cerita mengenai kehidupan di istana, diselingi pesan moral.
Saat ini seni pertunjukan tersebut sudah diperkaya dengan lawakan.
Baca juga: Pameran Keris Digelar di Museum Nasional Indonesia, Tepat 19 Tahun Keris Diakui UNESCO
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangView this post on Instagram