Sony Rilis TV Bravia 9 II dan Bravia 7 II dengan Teknologi "True RGB"

Kompas.com, 1 Juni 2026, 10:01 WIB
Bill Clinten,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sony resmi memperkenalkan dua televisi pintar (smart TV) premium terbaru mereka, yaitu Bravia 9 II dan Bravia 7 II di pasar global.

Kedua smart TV ini menjadi model pertama Sony yang mengusung teknologi lampu latar (backlight) RGB LED generasi baru yang dijuluki "True RGB".

Sederhananya, True RGB memungkinkan lampu LED merah (red), hijau (green), dan biru (blue), atau disingkat "RGB", dikendalikan secara independen.

Hal ini bertujuan supaya smart TV ini dapat menghasilkan warna yang lebih kaya dan akurat dibandingkan TV LED konvensional.

Sony melanjutkan, pendekatan True RGB ini juga memungkinkan TV menampilkan warna yang lebih murni dan mendekati standar ruang warna "BT.2020". Ini merupakan standar warna yang biasa digunakan dalam berbagai format HDR modern seperti Dolby Vision.

Sony juga mengeklaim teknologi RGB LED mampu meningkatkan volume warna (color volume), yaitu kombinasi antara tingkat saturasi warna dan kecerahan gambar.

Dalam peragaan yang dilakukan Sony, Bravia 9 II disebut mampu menampilkan warna yang lebih pekat dibandingkan Bravia 9 generasi sebelumnya yang masih mengandalkan Mini LED konvensional.

Selain peningkatan warna, teknologi RGB LED juga disebut lebih efisien dari sisi konsumsi daya. Efisiensi ini memungkinkan TV menghasilkan tingkat kecerahan lebih tinggi tanpa meningkatkan kebutuhan daya secara signifikan.

Baca juga: Xiaomi TV S Mini LED 2026 Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 9 Jutaan

Ukuran layar hingga 115 inci

Perbedaan layar True RGB dengan layar TV Sony konvensional.Flat Panels HD Perbedaan layar True RGB dengan layar TV Sony konvensional.

Bravia 9 II hadir sebagai model flagship dan merupakan penerus langsung Bravia 9 yang dirilis pada 2024. Sementara Bravia 7 II diposisikan sebagai model yang lebih terjangkau dengan teknologi serupa.

Bravia 9 II tersedia dalam ukuran layar 65 inci, 75 inci, 85 inci, dan untuk pertama kalinya Sony menghadirkan varian raksasa berukuran 115 inci.

Model ini menggunakan panel LCD tipe VA dengan sudut pandang yang lebih luas, serta lapisan layar matte untuk mengurangi pantulan cahaya pada ukuran 65, 75, dan 85 inci.

Sementara itu, Bravia 7 II hadir dalam ukuran yang lebih beragam, mulai dari 50 inci, 55 inci, 65 inci, 75 inci, 85 inci, hingga 98 inci.

Meski menggunakan teknologi True RGB yang sama, Bravia 7 II memakai versi yang lebih sederhana dan tidak dibekali lapisan layar matte seperti Bravia 9 II, seperti dirangkum KompasTekno dari FlatpanelsHD.

Fitur pendukung lain yang ada di Bravia 9 II dan Bravia 7 II mencakup sistem operasi Google TV, dukungan Dolby Vision, Dolby Atmos, DTS:X, IMAX Enhanced, serta fitur khusus untuk konsol PlayStation 5 (PS5).

Baca juga: Sony Boyong 3 Smart TV Baru ke Indonesia, Bravia 5, Bravia 8 II, dan Bravia 2 II

Ilustrasi smart TV Sony Bravia 9 II ukuran 115 inci.Flat Panels HD Ilustrasi smart TV Sony Bravia 9 II ukuran 115 inci.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau