TV TCL adalah Sony Bravia yang Baru

Kompas.com, Diperbarui 30/01/2026, 06:53 WIB
Reska K. Nistanto

Penulis

Rangkuman berita:

  • Sony membentuk perusahaan patungan dengan TCL, di mana TCL memegang 51 persen saham dan mengambil alih kendali bisnis TV Sony secara global.
  • Meski pengelolaan berpindah ke pabrikan China, merek Sony dan Bravia tetap dipertahankan di pasaran.
  • Perusahaan patungan ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027 setelah mendapat persetujuan regulator.

KOMPAS.com – Sony Group Corporation mengambil langkah besar dalam bisnis televisinya dengan menyerahkan pengelolaan utama lini TV kepada pabrikan asal China, TCL Electronics.

Keduanya sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang akan menangani seluruh bisnis TV dan home audio Sony secara global.

Dalam kesepakatan tersebut, TCL akan memegang saham mayoritas sebesar 51 persen, sementara Sony mempertahankan 49 persen kepemilikan.

Artinya, kendali operasional bisnis TV Sony akan berada di tangan TCL, meski merek Sony dan Bravia tetap digunakan pada produk yang dipasarkan.

Baca juga: TWS Sony LinkBuds Clips Masuk Indonesia, Pesaing Bose Harga Rp 3 Jutaan

Perusahaan patungan ini nantinya bertanggung jawab atas pengembangan produk, desain, manufaktur, penjualan, hingga layanan purna jual televisi Sony di seluruh dunia.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam sejarah bisnis Sony, mengingat selama puluhan tahun perusahaan asal Jepang itu dikenal sebagai salah satu ikon produsen televisi premium dunia.

Meski kendali operasional berpindah, Sony memastikan tetap terlibat dalam pengembangan teknologi inti, terutama di sektor pemrosesan gambar dan kualitas audio, yang selama ini menjadi kekuatan utama produk-produk Bravia.

Sementara itu, TCL akan mengandalkan keunggulannya di bidang manufaktur dan rantai pasok global untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing harga.

Sony menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat posisi bisnis TV di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Baca juga: Bisnis TV Sony Kini Dipegang TCL, Bagaimana Nasib Lini Bravia?

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar televisi global memang didominasi oleh pabrikan asal China seperti TCL dan Hisense yang unggul dari sisi skala produksi dan efisiensi biaya.

Kesepakatan antara Sony dan TCL saat ini masih menunggu finalisasi kontrak resmi serta persetujuan dari otoritas regulator di berbagai negara. Jika berjalan sesuai rencana, perusahaan patungan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027.

Langkah Sony ini dipandang sebagai perubahan strategis besar, sekaligus simbol pergeseran kekuatan industri TV global. Jika sebelumnya merek Jepang dan Korea Selatan mendominasi, kini pabrikan China semakin memegang peran utama, bahkan dalam pengelolaan merek-merek legendaris seperti Sony.

Bagi konsumen, perubahan ini tidak akan langsung terasa dari sisi merek. Produk TV Sony dan Bravia tetap akan hadir di pasar dengan identitas yang sama. Namun di balik layar, proses produksi dan manajemen bisnisnya kini berada di bawah kendali perusahaan China.

Dengan menyerahkan bisnis TV kepada TCL, Sony dinilai tengah memfokuskan sumber daya pada sektor lain yang lebih menguntungkan, seperti hiburan, sensor kamera, semikonduktor, serta layanan digital, sembari tetap mempertahankan warisan teknologinya di industri televisi melalui kemitraan strategis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau