Nvidia Makin Merana di China, Bikin Kartu Grafis Khusus Malah Diblokir

Kompas.com, Diperbarui 25/05/2026, 10:32 WIB
Bill Clinten,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Nvidia kembali menghadapi hambatan di pasar China, setelah pemerintah setempat dilaporkan memblokir distribusi kartu grafis (GPU) Nvidia RTX 5090D V2 di negara tersebut.

GPU ini merupakan produk yang dibuat Nvidia secara khusus agar tetap bisa dijual di China sesuai aturan ekspor Amerika Serikat (AS) terkait pembatasan chip kecerdasan buatan (AI) canggih.

Menurut laporan Financial Times yang dihimpun Ars Technica, chip tersebut sudah dimasukkan ke daftar barang terlarang di sejumlah checkpoint bea cukai China sejak Jumat (15/5/2026).

Kebijakan itu kabarnya muncul saat CEO Nvidia, Jensen Huang, sedang berada di Beijing bersama Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan ke China pada 13-15 Mei 2026 lalu.

Baca juga: China Lawan Blokir AS, Rilis Superkomputer Monster Tanpa GPU Nvidia

Sebelumnya, chip Nvidia lain seperti H200 dan H20 juga dilaporkan mengalami pembatasan di China. Padahal, H20 merupakan chip khusus yang dibuat Nvidia agar tetap bisa dijual ke perusahaan China seperti Alibaba dan Tencent.

Belum diketahui alasan pasti China memblokir distribusi atau masuknya GPU RTX 5090D V2 ke dalam negeri. Hingga kini, pihak bea cukai China maupun Nvidia belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Namun, situasi ini dinilai membuat posisi Nvidia semakin terjepit.

Baca juga: Nvidia Dulu Kuasai China 90 Persen Kini Jadi Nol, Ini Penyebabnya

Ilustrasi perusahaan teknologi NvidiaNvidia Ilustrasi perusahaan teknologi Nvidia

Sebab, perusahaan chip asal AS itu harus menghadapi pembatasan ekspor dari pemerintah AS, sekaligus tekanan dari China yang mulai membatasi produk Nvidia, termasuk versi khusus yang dibuat untuk pasar setempat.

Adapun langkah China ini dinilai sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi AS, sekaligus memperkuat industri chip lokal seperti produk buatan Huawei dan Cambricon.

Huawei sendiri diperkirakan akan menjadi pemain terbesar di pasar chip AI China tahun ini.

Belakangan, penjualan chip AI Huawei disebut meningkat karena banyak perusahaan China mulai beralih ke produk lokal sebagai pengganti Nvidia.

Bank investasi Morgan Stanley memperkirakan bahwa pasar chip AI China akan mencapai 67 miliar dollar AS pada 2030 mendatang. Sekitar 86 persen pasar diprediksi akan dikuasai perusahaan domestik China.

Baca juga: Bos Nvidia Beri Pesan ke Fresh Graduate soal AI dan Masa Depan Kerja

Proyeksi tersebut menunjukkan industri chip AI China diperkirakan akan semakin didominasi perusahaan lokal, seiring upaya negara itu mengurangi ketergantungan terhadap teknologi AS.

Kondisi ini juga menandakan persaingan Nvidia di pasar China kemungkinan akan semakin berat di masa mendatang, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Ars Technica.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau