Amerika Melunak, 10 Perusahaan China Boleh Pakai Chip AI Nvidia H200

Kompas.com, Diperbarui 16/05/2026, 06:13 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memberi lampu hijau kepada sekitar 10 perusahaan teknologi China untuk membeli chip AI Nvidia H200.

Menurut laporan Reuters, Departemen Perdagangan AS telah menyetujui lisensi ini.

Beberapa nama yang disebut antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance (induk TikTok), dan JD.com. Selain itu, distributor seperti Lenovo dan Foxconn juga disebut mendapat izin untuk menjual chip tersebut di China.

Setiap perusahaan disebut diizinkan membeli hingga 75.000 chip H200 sesuai ketentuan lisensi AS.

Nvidia H200 sendiri sebenarnya bukan chip AI paling mutakhir. Chip ini merupakan versi yang kemampuannya sudah dipangkas agar masih bisa lolos aturan ekspor AS untuk China.

Sebelumnya, AS memperketat ekspor chip Nvidia H200 ke China dengan tujuan demi melindungi posisi dominan dan keunggulan teknologi AS. Namun kini, kontrol ekspor itu sudah mulai dilonggarkan, tapi dengan syarat yang ketat.

Baca juga: Chip untuk iPhone Kian Langka, Apple Dekati Rival

Peraturan baru yang diterbitkan Januari lalu mewajibkan perusahaan China membuktikan bahwa chip tersebut tidak dipakai untuk kepentingan militer.

Nvidia juga diwajibkan memastikan stok chip tersedia di AS sebelum dikirim ke China.

Selain itu, pemerintahan Donald Trump disebut membuat skema khusus di mana AS akan menerima 25 persen pendapatan dari penjualan chip tersebut.

Karena hukum AS tidak mengizinkan pungutan ekspor langsung, chip itu nantinya harus lebih dulu melewati wilayah AS sebelum dikirim ke China.

Skema ini disebut memicu kekhawatiran di Beijing soal potensi celah keamanan atau manipulasi pada perangkat keras yang dikirim.

Sudah diizinkan, tapi China masih menahan

Ilustrasi GPU AI Nvidia H200.Nvidia Ilustrasi GPU AI Nvidia H200.
Meski sudah mendapat persetujuan dari AS, penjualan chip H200 ternyata belum benar-benar berjalan.

Salah satu sumber Reuters mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China mulai menahan diri membeli chip tersebut setelah mendapat arahan dari pemerintah Beijing.

China disebut khawatir ketergantungan pada chip AI Nvidia justru melemahkan ambisi mereka membangun industri domestik sendiri.

Saat ini, sejumlah perusahaan China mulai beralih memakai chip lokal seperti buatan Huawei.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau