Sebagai gambaran, Toyota Calya memiliki dimensi panjang 4.110 mm, lebar 1.655 mm, dan tinggi 1.600 mm, dengan jarak sumbu roda 2.525 mm.
Ukuran ini membuat kabin tetap terasa lapang untuk penggunaan keluarga kecil, namun tetap mudah dikendalikan di jalan sempit.
Namun di balik kelebihannya, performa menjadi salah satu catatan utama.
Baca juga: Plus Minus Motor Listrik Hasil Konversi Dibanding Motor Listrik Baru
Yudi mengaku tenaga mesin Calya terasa kurang, terutama saat mau menyalip, membawa penumpang penuh atau melibas jalan menanjak.
Respons akselerasi dinilai biasa saja dan cenderung membutuhkan waktu lebih untuk mencapai kecepatan yang diinginkan.
“Tenaganya memang terasa kurang ya, buat nyalip, ada jedanya banget, juga kalau mobil diisi penuh atau ketemu tanjakan seperti di daerah Bogor,” ucap Yudi.
Sebagai gambaran, Toyota Calya dibekali mesin 1.197 cc 4-silinder yang menghasilkan tenaga sekitar 88 tk dengan torsi 108 Nm.
Karakter mesin ini memang lebih berorientasi pada efisiensi bahan bakar dibandingkan performa.
Selain itu, peredaman kabin juga belum terlalu maksimal.
Pada kecepatan tinggi atau saat melintasi jalan kasar, suara dari luar masih cukup terasa masuk ke dalam kabin.
Hal ini membuat kenyamanan sedikit berkurang, terutama saat perjalanan jauh.
Beberapa material interior juga dinilai standar, sesuai dengan segmen mobil ini.
Meski tidak mengganggu fungsi, namun dari sisi kualitas dan rasa sentuhan masih terasa sederhana.
Meski demikian, dari sisi biaya kepemilikan, Calya tergolong ringan.
Pajak tahunan untuk di kurang lebih Rp 2 jutaan.