Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo-Megawati ‘Mesra’ di Upacara Pancasila, Pengamat: Berbeda Posisi Tak Harus Bermusuhan

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:14 WIB
Tria Sutrisna,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keakraban Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunjukkan bahwa perbedaan posisi politik tak harus berujung pada permusuhan.

Oleh karena itu, Peneliti Senior Bidang Politik BRIN Lili Romli menilai kedewasaan sikap Ketua Umum Gerindra dan PDI-P itu patut disambut baik dan diapresiasi oleh publik.

“Saya kira publik pasti berpandangan yang sama bahwa keduanya begitu akrab dan hangat, meski dalam posisi yang berbeda, Pak Prabowo dalam posisi sebagai pemerintah yang berkuasa dan Ibu Mega posisi di luar pemerintahan. Hubungan yang hangat tersebut saya kira hal yang baik, tidak harus bermusuhan meski keduanya dalam posisi yang berbeda,” ujar Lili Romli saat dihubungi, Senin (1/6/2026).

Baca juga: PDI-P Isyaratkan Dukung Kenaikan Parliamentary Threshold demi Sederhanakan Sistem Kepartaian

Meski begitu, Guru Besar Universitas Indonesia itu mengingatkan hubungan Prabowo dan Megawati yang kini terlihat semakin akrab, tak mempengaruhi sikap PDI-P sebagai partai penyeimbang pemerintah.

Menurut Lili, PDI-P yang kini berada di luar pemerintahan tetap harus kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang melenceng dan merugikan masyarakat.

“Namun demikian, publik juga berharap hubungan yang baik tersebut jangan sampai juga menghilangkan sikap kritis terhadap kebijakan dan langkah pemerintah, jika memang ada kesalahan dan merugikan kepentingan rakyat harus bersikap, tidak boleh diam,” kata Lili.

Lili menekankan bahwa fungsi check and balances tetap penting dilakukan oleh PDI-P, di tengah banyaknya partai politik yang kini berada di barisan pemerintahan.

Dia pun meyakini bahwa publik, khususnya yang mendukung PDI-P, tetap berharap sikap partai berlambang banteng tersebut tak melemah.

Baca juga: PDI-P di Hari Lahir Pancasila: Negara Demokrasi Tak Boleh Takut pada Kritik

“Publik berharap dengan PDI-P di luar pemerintahan dalam rangka untuk menegakkan check and balances, melakukan pengawasan dan saluran aspirasi publik,” pungkas Lili.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri tampak penuh senyum setelah upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026) selesai.

Prabowo dan Megawati meninggalkan lokasi upacara sembari bergandengan tangan.

Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo awalnya turun dari mimbar upacara untuk menyalami para mantan Presiden dan Wapres terdahulu, mulai dari Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma'ruf Amin.

Kemudian, Prabowo menyalami Wapres Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, hingga pimpinan DPD, DPR, dan MPR.

Setelah itu, Prabowo masuk ke dalam sebuah ruangan tepat di belakang mimbar upacara.

Baca juga: PDI-P: Masalah yang Dihadapi Prabowo Saat Ini Banyak Warisan Pemerintahan Jokowi

Prabowo tampak asyik berbincang-bincang dengan Jusuf Kalla, Ma'ruf Amin, Megawati, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.

Halaman:
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Nasional
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Nasional
Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Nasional
Seskab Teddy Ungkap Jumlah Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Sudah Berkurang Separuh, Dulu 120 Orang
Seskab Teddy Ungkap Jumlah Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Sudah Berkurang Separuh, Dulu 120 Orang
Nasional
Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia sedang Krisis, Harus Dekat dengan Pemimpin Dunia
Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia sedang Krisis, Harus Dekat dengan Pemimpin Dunia
Nasional
Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Hidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Hidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Nasional
Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Biaya Perjalanan Luar Negeri jika Sudah Melebihi Anggaran
Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Biaya Perjalanan Luar Negeri jika Sudah Melebihi Anggaran
Nasional
Pengamat: Keakraban Prabowo-Megawati Baik, tetapi Sikap PDI-P Tak Boleh Melemah
Pengamat: Keakraban Prabowo-Megawati Baik, tetapi Sikap PDI-P Tak Boleh Melemah
Nasional
Prabowo-Megawati ‘Mesra’ di Upacara Pancasila, Pengamat: Berbeda Posisi Tak Harus Bermusuhan
Prabowo-Megawati ‘Mesra’ di Upacara Pancasila, Pengamat: Berbeda Posisi Tak Harus Bermusuhan
Nasional
PDI-P Isyaratkan Dukung Kenaikan Parliamentary Threshold demi Sederhanakan Sistem Kepartaian
PDI-P Isyaratkan Dukung Kenaikan Parliamentary Threshold demi Sederhanakan Sistem Kepartaian
Nasional
PT DSI Mulai Beroperasi, Anggota DPR Harap Tak Malah Hambat Kegiatan Ekspor
PT DSI Mulai Beroperasi, Anggota DPR Harap Tak Malah Hambat Kegiatan Ekspor
Nasional
Membumikan Nilai Pancasila, Benang Merah ‘Transformasi Melayani Negeri’: Dari Ideologi ke Pelayanan Masyarakat
Membumikan Nilai Pancasila, Benang Merah ‘Transformasi Melayani Negeri’: Dari Ideologi ke Pelayanan Masyarakat
Nasional
KPK Periksa 20 Forwarder Terkait Kasus Importasi Barang di Ditjen Bea Cukai
KPK Periksa 20 Forwarder Terkait Kasus Importasi Barang di Ditjen Bea Cukai
Nasional
Kepala BPIP Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Hari Lahir Pancasila
Kepala BPIP Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Hari Lahir Pancasila
Nasional
Bakal Kena Pelanggaran, Jemaah Dilarang Bawa Air Zam-Zam ke Koper Kabin Maupun Bagasi
Bakal Kena Pelanggaran, Jemaah Dilarang Bawa Air Zam-Zam ke Koper Kabin Maupun Bagasi
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau