Fahira menegaskan, pemerintah dapat memperluas pelatihan dan penyuluhan terkait pengasuhan berbasis hak anak, serta memberikan dukungan psikososial bagi keluarga yang rentan.
Lebih lanjut, Fahira mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah perlu memastikan layanan posyandu, PAUD, dan puskesmas sebagai layanan dasar mudah diakses serta berkualitas.
Dia menyebutkan, banyak daerah tertinggal masih kekurangan tenaga kesehatan anak, PAUD berkualitas, atau bahkan sarana bermain aman bagi balita.
Padahal, kata dia, lingkungan belajar yang merangsang dan aman sangat penting untuk perkembangan motorik, bahasa, dan sosial anak.
Fahira menilai, intervensi multisektor, seperti integrasi layanan PAUD dengan posyandu, pelatihan guru, hingga subsidi pendidikan usia dini perlu menjadi prioritas pembangunan daerah.
Bahkan, kata Fahira, wacana pemerintah Generasi Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa perhatian serius pada anak balita hari ini.
Baca juga: Hari Perawat Nasional, Fahira Idris Ingatkan Pentingnya Peran Perawat di Dunia Kesehatan
“Pemerintah, masyarakat, dan keluarga perlu bergandeng tangan memastikan bahwa setiap balita Indonesia mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangDapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.