Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesan CEO Sompo Indonesia Eric Nemitz: Generasi Muda Jangan Lupa Menjaga Diri Sendiri...

Kompas.com, 29 Mei 2026, 07:37 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama lebih dari 20 tahun tinggal dan bekerja di Indonesia, Eric Nemitz melihat perubahan besar pada cara generasi muda memandang hidup, karier, dan masa depan.

Anak muda kini tumbuh di tengah dunia yang bergerak cepat. Mereka dituntut sukses lebih dini, memiliki penghasilan besar lebih cepat, dan tampil berhasil bahkan sebelum benar-benar memahami tantangan kehidupan yang mereka hadapi.

Di tengah perubahan itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Sompo Insurance Indonesia tersebut justru melihat satu hal yang sering terlupakan: banyak orang terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa melindungi dirinya sendiri.

“Kadang orang berpikir nama di kartu nama adalah tujuan. Padahal kemampuan dan pengalaman yang akan mengikuti kita sepanjang hidup,” ujarnya kepada Kompas.com, dalam sebuah wawancara khusus.

Cara pandang Eric terhadap generasi muda terasa berbeda dibanding stigma yang kerap muncul soal milenial atau generasi Z.

Ia tidak melihat anak muda sebagai generasi yang abai terhadap masa depan. Menurut dia, setiap orang hanya sedang berada dalam fase hidup yang berbeda.

Saat masih muda, fokus seseorang biasanya tertuju pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman baru, hingga pencapaian pribadi. Hal yang sama juga pernah ia alami.

“Asuransi bukan hal pertama yang saya pikirkan ketika masih muda,” katanya.

Namun seiring bertambahnya usia, tanggung jawab hidup perlahan ikut berubah. Ketika seseorang mulai memiliki keluarga, rumah, kendaraan, atau menjadi penopang ekonomi keluarga, cara memandang masa depan juga ikut berubah.

Di titik itu, menurut Eric, perlindungan bukan lagi soal pilihan tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab hidup.

Baca juga: Indonesia Masuk Fase Aging Population, Beban Generasi Sandwich Membesar

Hidup di Tengah Tekanan Generasi Sandwich

Eric melihat tekanan hidup generasi muda Indonesia saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.

Banyak anak muda bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga harus menopang kebutuhan orangtua sambil membangun masa depan mereka sendiri. Fenomena generasi sandwich menjadi sesuatu yang nyata.

Namun di tengah tekanan tersebut, Eric percaya menjaga diri sendiri tetap harus menjadi prioritas utama.

Ia lalu mengibaratkannya dengan instruksi keselamatan di pesawat: pasang masker oksigen untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.

“Kalau saya tidak menjaga diri sendiri, saya juga tidak bisa membantu keluarga saya,” ujarnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau