Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Ditutup Turun 76,15 Poin ke Level 6.130, Ini Penyebabnya

Kompas.com, 26 Mei 2026, 17:24 WIB
Seto Ajinugroho,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tak beranjak dari zona merah.

Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) via Stockbit dan Kontan, Selasa (26/5/2026) IHSG turun 76,15 poin atau 1,23 persen ke level 6.130,190.

Penyebab pasar saham Indonesia turun karena kekhawatiran investor perihal belum pastinya perdamaian di Timur Tengah ang menaikan harga minyak serta potensi adanya tekanan inflasi masif.

Baca juga: IHSG di Zona Merah Sesi I Selasa (26/5), Turun 56,66 Poin ke Level 6.149,68

Delapan indeks sektoral hari ini berkutat di zona merah.

Penurunan terdalam di IDX-Industry mencapai 3,38 persen, disusul IDX-Cyclic 2,20 persen, lalu IDX-Property sejauh 2,14 persen.

Tak imbangnya angka ini membuat IHSG tertekan, padahal sempat menghijau di awal perdagangan pagi tadi.

Berikut saham Top Gainers dan Top Losers di LQ45 pada perdagangan Selasa (26/5/2026).

Baca juga: IHSG Berbalik Anjlok ke 6.150, Saham Big Caps dan Komoditas Jadi Biang Kerok

Top gainers LQ45

  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 5,46 persen ke Rp 3.090 
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 5,07 persen ke Rp 1.555 
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,91 persen ke Rp 505

Top losers LQ45

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 10,68 persen ke Rp 4.890 
  • PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun 8,48 persen ke Rp 5.125 
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 8,11 persen ke Rp 1.190

Rupiah ikut melemah

Selain IHSG, rupiah ikut melemah saat ditutup pada perdagangan hari ini.

Rupiah turun 53 poin atau 0,29 persen ke level Rp 17.796 per dollar Amerika Serikat (AS).

Turunnya rupiah dan IHSG karena konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum usai.

Baca juga: IHSG Menghijau Meski FTSE Rebalancing, Bank Jumbo Jadi Penahan Koreksi

"Tekanan terhadap industri bukan hanya dipicu pelemahan rupiah, namun konflik geopolitik global juga mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak industri nonsubsidi yang turut menambah biaya produksi perusahaan," ujar analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi dikutip dari Kompas.com.

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan risiko PHK karyawan.

Baca juga: IHSG Ditutup Hijau, Aksi Jual Asing Masih Berlanjut

PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, menutup operasional perusahaan yang mengakibatkan 350 pekerja kena PHK.

PT Xacti menutup usahanya karena tekanan biaya impor dibarengi melemahnya pasar ekspor.

Lalu ada CV Asri di Sidoarjo, Jawa Timur yang bergerak di indsutri otomotif telah merumahkan 200 karyawannya akibat penurunan penjualan kendaraan.

Baca juga: IHSG Sepekan Ini Diperkirakan Masih Volatil, Ritel Bisa Cermati Saham MDKA, BTPN, dan ULTJ

Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "IHSG Ditutup Turun 1,23% ke 6.130 Selasa (26/5), Top Losers: Saham INCO, ASII, AMRT" dan Kompas.com berjudul "Rupiah Melemah ke Rp 17.796 per Dolar AS, Risiko PHK Industri Meningkat"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau