JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026) meski pasar sempat dibayangi sentimen negatif rebalancing indeks FTSE Russell yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks globalnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,72 persen ke level 6.206,349. Penguatan indeks terutama ditopang kenaikan saham-saham big caps perbankan yang memiliki bobot dominan terhadap pergerakan IHSG.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, dampak rebalancing FTSE kali ini relatif terbatas karena saham-saham yang dikeluarkan tidak memiliki kontribusi dominan terhadap pembentukan arah indeks utama bursa domestik.
Menurut dia, saham-saham super big caps seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih menjadi penopang utama IHSG.
“Saham yang keluar seperti DSSA memang memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar, namun bobotnya terhadap pergerakan harian IHSG tidak se-signifikan saham super big caps seperti BBRI, BBCA, BMRI, atau TLKM,” ujar Nafan kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Usai FTSE Coret 4 Saham RI, Bos BEI Awasi Ketat Kepatuhan Free Float Emiten
Sentimen FTSE sebelumnya sempat menekan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 11,93 persen ke level Rp 480. Sepanjang perdagangan, saham emiten Grup Sinar Mas tersebut bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup di area terendah harian.
Tekanan terhadap DSSA muncul setelah FTSE Russell mengumumkan pengeluaran saham tersebut dari kategori large cap FTSE Global Equity Index Series (GEIS) akibat tingginya konsentrasi kepemilikan saham atau high shareholding concentration (HSC).
Namun, pelemahan DSSA tidak cukup menyeret IHSG ke zona merah karena pasar justru mendapatkan dukungan dari penguatan saham perbankan besar.
Saham BBRI ditutup melonjak 3,93 persen ke level Rp 3.170. Sementara BBCA menguat 3,39 persen menjadi Rp 6.100 dan BMRI naik 2,43 persen ke level Rp 4.220. Adapun saham TLKM turut menopang indeks dengan kenaikan 0,34 persen ke posisi Rp 2.930.