Angka tersebut masih di bawah asumsi APBN 2026 sebesar 70 dollar AS per barel, meski harga minyak mentah Brent sempat menembus 100 dollar AS per barel.
Pemerintah sebelumnya juga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers kebijakan harga BBM bersubsidi dan transportasi udara di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Menkeu menyebut kebijakan subsidi BBM telah dihitung dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dollar AS per barel hingga akhir tahun.
Perhitungan tersebut membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen.
“Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” kata Menkeu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang