Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepemimpinan Adaptif Dinilai Penting di Tengah Dinamika Global

Kompas.com, 11 Mei 2026, 20:55 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan global yang semakin kompleks dinilai menuntut pendekatan kepemimpinan yang lebih adaptif dan reflektif.

Di tengah dinamika tersebut, pola pikir pemimpin disebut menjadi faktor penting dalam membaca perubahan dan menentukan arah organisasi.

Founder dan CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja mengatakan, tantangan yang dihadapi dunia bisnis saat ini tidak lagi bersifat tunggal, melainkan lintas sektor dan lintas konteks.

Baca juga: Dari Pandemi hingga Tekanan Politik Trump, Ini Warisan Kepemimpinan Powell di The Fed

Ilustrasi bisnis.PIXABAY/KP YAMU JAYANATH Ilustrasi bisnis.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kepemimpinan tidak cukup hanya bertumpu pada strategi yang tampak di permukaan, tetapi juga membutuhkan kemampuan memahami perubahan secara lebih mendalam.

“Kepemimpinan ke depan bukan hanya soal strategi, tapi bagaimana kita memahami perubahan dan melihat peluang yang sering kali tidak terlihat di permukaan,” ujar Denon dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Ia menilai, perspektif kepemimpinan saat ini semakin relevan untuk menjawab dinamika yang lebih luas, tidak hanya dalam lingkup organisasi, tetapi juga dalam konteks yang saling terhubung.

Denon mengatakan, banyak keputusan penting dalam dunia bisnis justru dipengaruhi faktor-faktor yang tidak selalu terlihat secara langsung.

Baca juga: Gen Z dan Milenial Enggan Jadi Bos: Ancaman Krisis Kepemimpinan?

Faktor tersebut antara lain pengalaman, intuisi, hingga kemampuan membaca situasi secara menyeluruh.

“Apa yang tidak terlihat seringkali justru menjadi penentu dalam setiap keputusan besar. Di situlah peran pola pikir menjadi sangat penting,” ungkap Denon.

Menurut dia, perubahan yang berlangsung cepat membuat pemimpin perlu memiliki pendekatan yang lebih terintegrasi dalam mengambil keputusan.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja saat ditemui di Hotel Park Hyatt, Jakarta, Kamis (2/11/2023).KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja saat ditemui di Hotel Park Hyatt, Jakarta, Kamis (2/11/2023).

Hal itu dinilai penting agar organisasi mampu bertahan sekaligus beradaptasi terhadap tantangan yang terus berkembang.

Baca juga: Novita Widya Anggraini, Direktur Bank Mandiri: Empati Ibu Relevan dalam Kepemimpinan

Denon juga menyoroti pentingnya memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi organisasi dalam membangun keberlanjutan bisnis.

Ia menyebut, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan bisnis jangka pendek, tetapi juga bagaimana organisasi merespons perubahan secara berkelanjutan.

Pembahasan mengenai kepemimpinan, pola pikir, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan disebut masih menjadi perhatian berbagai kalangan, mulai dari pelaku bisnis hingga generasi muda.

Hal tersebut terlihat dalam acara peluncuran buku Denon berjudul The Unseen Rules of Business: Menata dan Mendesain Pola Pikir Pemimpin Bisnis, akhir pekan lalu.

Baca juga: Sampoerna Jaga Kepemimpinan Pasar lewat Inovasi dan Ketangguhan Bisnis 112 Tahun

Dalam buku itu, ia mengangkat konsep unseen rules atau aturan-aturan yang tidak terlihat dalam dunia bisnis, mulai dari pola pikir, proses pengambilan keputusan, hingga nilai-nilai yang menjadi fondasi organisasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau