Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Laporan Mentan soal Penanganan Bencana Dapat Apresiasi Khusus Presiden Prabowo

Kompas.com, 16 Desember 2025, 08:53 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait penanganan bencana menjadi sorotan dalam Sidang Kabinet Paripurna 2025. Paparan tersebut menjadi satu-satunya laporan menteri yang secara khusus mendapat tepuk tangan dari Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran kabinet.

Dalam sidang yang digelar di Istana Jakarta, Senin (15/12/2025), Amran melaporkan langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjamin ketersediaan dan distribusi pangan di daerah terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.

“Izin Bapak Presiden, kami laporkan bantuan pangan ke daerah bencana. Kami sudah mengirimkan beras kurang lebih 44.000 ton sampai dengan hari ini, Senin (15/12/2025). Cadangan kami siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan, yaitu 120.000 ton di lapangan. Jadi pangan tidak ada masalah, Bapak Presiden,” ujar Amran di hadapan Presiden dan para menteri, seperti dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (16/12/2025).

Selain bantuan beras, Kementan juga menyalurkan bantuan minyak goreng serta dukungan dari internal kementerian dan mitra.

Total bantuan pemerintah yang disalurkan mencapai sekitar Rp 1 triliun, sementara bantuan dari pegawai kementerian dan mitra tercatat sebesar Rp 75 miliar.

Baca juga: Mentan-KSAL Kirim Bantuan dan 310 Marinir Bantu Korban Banjir Sumatera

“Ada dua jenis bantuan. Bantuan dari pemerintah berupa beras dan minyak goreng sekitar 6.000 ton. Kemudian bantuan dari teman-teman kementerian dan mitra. Dua kapal sudah kami berangkatkan. Pada Selasa (16/12/2025), (diberangkatkan) satu kapal lagi, sehingga total tiga kapal,” jelas Amran.

Ia juga melaporkan dampak bencana terhadap sektor pertanian, khususnya lahan sawah. Ia menyebut sekitar 70.000 hektar (ha) sawah mengalami kerusakan akibat bencana.

“Kerusakan sawah di lapangan sekitar 70.000 ha. Insyaallah mulai Januari (2026) kami sudah bisa tangani dan mulai bekerja,” kata Amran.

Tak hanya melaporkan penanganan bencana, ia turut memaparkan capaian sektor pertanian sepanjang 2025, termasuk peningkatan kesejahteraan petani.

Nilai tukar petani (NTP) tercatat mencapai 124,36 persen, melampaui target 110 persen yang ditetapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

“Izin Bapak Presiden, kesejahteraan petani meningkat. Nilai tukar petani mencapai 124,36 persen. Ini tertinggi dalam sejarah. Khusus padi, total kenaikan pendapatan petani mencapai Rp 120 triliun,” ungkap Amran.

Kinerja ekspor pertanian tunjukkan tren positif

Kinerja ekspor pertanian juga menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2025, ekspor pertanian tumbuh 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Desember 2025, pertumbuhan ekspor diproyeksikan berada di kisaran 33–35 persen.

Dari sisi produksi, Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras naik sebesar 4,17 juta ton, lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden.

“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton. Insyaallah dua minggu ke depan bisa kami umumkan Indonesia mencapai swasembada pangan, dan menjadi yang tercepat, yakni per 1 Januari (2026),” ucap Amran.

Baca juga: Aceh Tengah Tambah Stok Beras 100 Ton untuk Antisipasi Bencana

Halaman:


Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau