Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

IHSG Berbalik Anjlok ke 6.150, Saham Big Caps dan Komoditas Jadi Biang Kerok

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG sempat bergerak cukup solid di zona hijau pada awal perdagangan, namun indeks akhirnya berbalik arah dan ditutup melemah 0,91 persen ke level 6.150.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya aksi profit taking dan tekanan pada sejumlah saham big caps serta saham komoditas. Reli saham-saham Grup Barito Pacific yang sempat menopang pergerakan indeks ternyata belum cukup kuat untuk menahan koreksi pasar yang semakin meluas.

Tekanan terbesar datang dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 7,5 persen, disusul PT Timah Tbk (TINS) yang terkoreksi 7,3 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 3,9 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 2,2 persen.

Koreksi saham-saham tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap laju IHSG hingga akhirnya bergerak di zona merah.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks sektoral tercatat mengalami pelemahan. Tekanan paling dalam terjadi pada sektor industri dan non-cyclicals yang menjadi pemberat utama perdagangan sesi satu.

Sentimen eksternal juga masih membayangi pergerakan pasar regional. Bursa saham Asia bergerak mixed hingga siang ini, setelah meningkatnya tensi geopolitik akibat serangan Amerika Serikat ke wilayah Iran Selatan.

Kondisi tersebut mengguncang harapan pasar terhadap kelanjutan pembicaraan damai di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik global.

Untuk diketahui, tekanan pasar terjadi hampir merata di berbagai sektor, tercermin dari market breadth yang cenderung negatif.

Sebanyak 396 saham melemah, jauh lebih banyak dibanding 253 saham yang menguat, sementara 169 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai dengan volume transaksi 15,32 miliar saham dan frekuensi perdagangan menembus 1,21 juta kali transaksi. Sementara nilai transaksi menyentuh Rp 9,12 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di posisi Rp 10.662 triliun.

https://money.kompas.com/read/2026/05/26/123221626/ihsg-berbalik-anjlok-ke-6150-saham-big-caps-dan-komoditas-jadi-biang-kerok

Terkini Lainnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com