KOMPAS.com - Universitas Brawijaya (UB) akan memberlakukan kebijakan Car Free Day (CFD) setiap hari Jumat sebagai upaya keberlanjutan (sustainability dan menghemat energi sesuai arahan pemerintah pusat.
Aturan jalan bebas kendaraan ini berlaku di sekitar gedung Rektorat hingga bundaran UB.
Sekretaris UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si. menjelaskan, kebijakan ini mengupayakan shifting culture atau perpindahan budaya menuju kehidupan yang lebih sehat dan efisien dari sisi penggunaan bahan bakar.
“Kita ingin menciptakan ruang bersama yang sehat bagi seluruh civitas akademika UB,” kata Tri Wahyu, Selasa (12/5/2026), dilansir situs UB, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Masih Kaji soal Pendirian Dapur MBG, UB: Harus Bijak, Tidak Boleh Gegabah
Langkah ini sekaligus digunakan sebagai ajang untuk berekspresi.
Seperti penampilan akustik, pameran hasil karya desain mahasiswa, eksposur hasil riset, pameran seni rupa, robotik, dan karya lainnya.
“Ini akan menjadi ruang yang sangat bagus, karena semua orang dapat berkumpul tanpa adanya halangan,” ujar Tri Wahyu.
Hanya saja, UB tidak mengizinkan momen CFD untuk berjualan makanan. Di luar makanan, boleh saja.
“CFD tidak boleh ada yang jualan makanan, karena ditakutkan akan banyak sampah dan malah menjadi tambahan pekerjaan. Tapi, untuk teman-teman UB yang mau berjualan diperbolehkan, asalkan tidak nyampah. Misalnya, jualan bonsai,” tuturnya.
Baca juga: Mahasiswa UB Teliti Gen Z yang Mudah Resign saat Kerja, Apakah Fakta?
Lebih lanjut, perwakilan UPT. Green Campus UB, Angky Wahyu Putranto, S.T.P, M.P., Ph.D., mengatakan bahwa CFD ini masih dalam tahap percobaan (trial) selama dua bulan ke depan.
Angky meyakinkan mahasiswa untuk tidak khawatir bahwa tidak bisa membawa kendaraan ataupun menumpang ojek dan sebagainya. Gerbang-gerbang UB dibuka seperti biasanya.
Baca juga: UB Ganti Nama 4 Fakultas, Teknik Tidak Berubah
Kendaraan hanya tidak dapat melewati daerah yang sudah ditetapkan untuk CFD.
“Kami tidak akan membatasi langsung di depan gerbang. Hanya saja, untuk area sekitar Gedung Rektorat dan bundaran UB tidak dapat dilalui oleh kendaraan,” tutur Angky.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang