Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Buka Puasa Zulhijah: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya

Kompas.com, 22 Mei 2026, 09:49 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Puasa sunnah Zulhijah menjadi salah satu amalan yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha.

Selain memiliki keutamaan besar, puasa pada awal bulan Zulhijah juga menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di antara amalan yang dianjurkan ketika menjalankan puasa sunnah Zulhijah adalah membaca doa berbuka puasa saat waktu maghrib tiba.

Doa ini bukan sekadar ucapan ketika membatalkan puasa, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat dan kekuatan yang diberikan Allah SWT selama menjalani ibadah.

Lalu, bagaimana bacaan doa buka puasa sunnah Zulhijah lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya?

Baca juga: Puasa Sunnah Tarwiyah, dan Arafah Sebelum Idul Adha 2026: Tanggal, Niat, dan Tata Caranya

Keutamaan Puasa Sunnah Zulhijah

Bulan Zulhijah termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Bahkan, sepuluh hari pertama Zulhijah disebut sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.

Dalam hadits riwayat Muhammad, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR Bukhari)

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak takbir.

Dikutip dari buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat karya Abdillah F. Hasan, puasa sunnah Zulhijah umumnya dilakukan sejak 1 hingga 9 Zulhijah. Adapun puasa paling utama adalah puasa Arafah pada 9 Zulhijah.

Keutamaan puasa Arafah juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Hadits tersebut menunjukkan betapa besar pahala puasa sunnah di bulan Zulhijah, terutama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Mandi Sebelum Puasa Arafah, Apakah Wajib? Simak Penjelasan Ulama

Doa Buka Puasa Sunnah Zulhijah

Pada dasarnya, doa buka puasa sunnah Zulhijah sama seperti doa berbuka puasa lainnya. Ada beberapa riwayat doa yang umum diamalkan umat Islam.

Dikutip dari buku Ta'wiidul Liththolab karya Siti Maslakhah dan buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, berikut bacaan doa buka puasa sunnah Zulhijah yang dapat diamalkan.

1. Doa Buka Puasa Versi Pertama

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللّٰهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR Abu Dawud)

Doa ini menjadi salah satu bacaan berbuka puasa yang paling sering diamalkan karena berasal dari hadits Rasulullah SAW.

2. Doa Buka Puasa Versi Kedua

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih.”

Doa ini juga banyak dibaca umat Islam di Indonesia karena mengandung ungkapan tawakal, syukur, dan penghambaan kepada Allah SWT.

Kapan Waktu Membaca Doa Buka Puasa?

Doa berbuka puasa dibaca ketika matahari telah terbenam atau saat azan maghrib berkumandang. Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk segera membatalkan puasa ketika waktunya tiba.

Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa menyegerakan berbuka termasuk sunnah Rasulullah SAW dan menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan berbuka dengan makanan sederhana terlebih dahulu seperti kurma atau air putih sebelum melaksanakan shalat maghrib.

Baca juga: Hanya Puasa Arafah Saja, Apakah Tetap Dapat Pahala Dzulhijjah?

Amalan yang Dianjurkan Saat Puasa Zulhijah

Selain membaca doa berbuka, ada sejumlah amalan yang dianjurkan selama menjalankan puasa sunnah Zulhijah.

Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Hari-hari awal Zulhijah dikenal sebagai waktu terbaik memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil.

Dalam buku Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa para sahabat Rasulullah SAW biasa menghidupkan sepuluh hari pertama Zulhijah dengan dzikir dan takbir di masjid maupun rumah-rumah mereka.

Memperbanyak Sedekah

Puasa Zulhijah juga dianjurkan dibarengi dengan sedekah dan kepedulian sosial. Hal ini karena bulan Zulhijah identik dengan semangat pengorbanan dan berbagi kepada sesama.

Memperbanyak Istighfar dan Doa

Selain menahan lapar dan haus, puasa sunnah menjadi waktu terbaik memperbanyak doa. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Hikmah Puasa Sunnah Zulhijah

Puasa sunnah Zulhijah tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga mengajarkan nilai keikhlasan dan pengendalian diri.

Ibadah ini menjadi pengingat akan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Oleh karena itu, banyak ulama menyebut bulan Zulhijah sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.

Dengan memahami doa buka puasa sunnah Zulhijah beserta maknanya, umat Islam diharapkan tidak hanya menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga mampu menghadirkan rasa syukur, ketulusan, dan kedekatan kepada Allah SWT dalam setiap amalan yang dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Aktual
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Aktual
 Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Aktual
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Aktual
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Aktual
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Aktual
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Aktual
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Aktual
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com