Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengamat Sebut Bobotoh Kehilangan Bojan Hodak, Orang Kroasia Berjiwa Sunda

Kompas.com, 31 Mei 2026, 18:53 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Bojan Hodak resmi menanggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Persib Bandung pada Senin (25/5/2026) lalu.

Melalui pernyataan resminya, Persib Bandung mengumumkan perpisahan dengan Bojan Hodak usai memberikan tiga gelar beruntun.

“Setelah sukses membawa Persib mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, Bojan Hodak akan mengosongkan kursi pelatih kepala,” tulis Persib via Intagram resminya.

Pengamat sepak bola, Ibam Hariri mengatakan jika banyak Bobotoh yang merasa kehilangan sosok Bojan Hodak sebagai pelatih kepala Persib Bandung.

Baca juga: Tantangan Besar Persib Bandung Usai Era Bojan Hodak Berakhir

Pelatih asal Kroasia itu telah menetap di hati para warga Jawa Barat yang sangat mencintai Bojan Hodak.

"Sebenarnya perannya sangat besar. Bisa dilihat banyak respons dari berbagai elemen yang ada di Persib, di Kota Bandung, dan di Jawa Barat yang benar-benar sangat mencintai Bojan Hodak," kata Ibam Hariri dalam sambungan telepon kepada KOMPAS.com, Sabtu (30/5/2026).

Selain itu, Hodak juga sangat dihormati oleh para pemain Persib Bandung dengan kinerja yang ia terapkan selama ini.

"Bojan Hodak selalu dihormati oleh mayoritas pemainnya. Bahkan dari beberapa pemain yang sudah keluar dari Persib pun tidak ada kritik yang terlontar," tambahnya.

Baca juga: Hal yang Bikin Ketum Viking Lega Meski Bojan Hodak Bukan Lagi Pelatih

Bojan Hodak Berjiwa Sunda

Ibam Hariri menyoroti karakter orang Sunda yang telah melekat di jiwa Bojan Hodak. Karenanya, banyak orang yang memiliki kesan positif dengannya.

"Bojan Hodak menciptakan banyak sisi emosional dan juga memori yang positif bagi Bobotoh."

"Satu hal lagi yang membuat Bojan Hodak sangat dicintai karena dia sebagai orang Kroasia, tapi perilakunya menurut saya sangat 'Nyunda'," kata Ibam.

Baca juga: Respons Bobotoh Mendengar Bojan Hodak Selesai Jadi Pelatih Persib

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak dalam konferensi pers jelang laga melawan Arema FC di pekan ke-29 Super League 2025-2026. Duel Persib vs Arema FC akan digelar Jumat (24/4/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak dalam konferensi pers jelang laga melawan Arema FC di pekan ke-29 Super League 2025-2026. Duel Persib vs Arema FC akan digelar Jumat (24/4/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Mantan pelatih Kuala Lumpur City tersebut berhasil menerapkan kebiasaan orang Sunda yang akhirnya menarik hati para pendukungnya. 

"Dia tahu kapan harus keras, kapan harus ramah, dan kapan harus melucu. Itu hal yang sangat disukai oleh orang Sunda dan Bojan Hodak mempraktikkan itu dengan sangat baik."

"Bahkan teman-teman media di Bandung seperti punya jadwal yang teratur, dan sudah dibangun sistemnya oleh Bojan Hodak secara tidak langsung," sambungnya.

Baca juga: Kumpulan Reaksi Pemain Persib Bandung Usai Ditinggal Bojan Hodak

Igor Tolic Sosok yang Tepat

Bagi Ibam, Bobotoh pastinya akan tetap menerima keputusan dengan dewasa. Apalagi, sosok pengganti Hodak juga orang kepercayaanya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Internasional
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Internasional
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau