Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Latar Belakang 1 Oktober Diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 07:52 WIB
Serafica Gischa

Editor

KOMPAS.com – Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. 

Penetapan hari nasional ini erat kaitannya dengan tragedi kelam Gerakan 30 September 1965 (G30S) yang menelan korban jiwa tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat.

Pada tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila 2025 jatuh pada hari Rabu, 1 Oktober 2025 yang mengangkat tema "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya." 

Lalu kenapa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila

Baca juga: 10 Contoh Sambutan Hari Kesaktian Pancasila 2025, Singkat dan Menginspirasi

Latar belakang Hari Kesaktian Pancasila 

Melansir dari buku Pancasila (2023) karya Hairul Amren Samosir, latar belakang penetapan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober untuk mengenang tujuh anggota TNI AD. 

Mereka tewasa di Pondok Gede, Jakarta Timur atau dikenal dengan Lubang Buaya pada 30 Septe,ber 1965. Pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965, sejumlah perwira TNI AD diculik dan dibunuh.

Mereka yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi adalah:

  1. Letjen TNI Ahmad Yani, Menteri/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi sekaligus Panglima Angkatan Darat.
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto, Deputi II Menteri Panglima Angkatan Darat bidang Administrasi.
  3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Deputi III Menteri Panglima Angkatan Darat bidang Perencanaan dan Pembinaan.
  4. Mayjen TNI Siswondo Parman, Asisten I Menteri Panglima Angkatan Darat bidang Intelijen.
  5. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan, Asisten IV Menteri Panglima Angkatan Darat bidang Logistik.
  6. Brigjen TNI Soetojo Siswomihardjo, Oditur Jenderal Angkatan Darat/Inspektur Kehakiman.
  7. Lettu Pierre Andreas Tendean, ajudan Jenderal A.H. Nasution yang menjadi korban salah sasaran.

Peeristiwa penculikan dan pembunuhan para jenderal kemudian menimbulkan tudingan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) berada di balik aksi tersebut. 

Baca juga: 1 Oktober Hari Apa? Sejarah dan Tema Hari Kesaktian Pancasila 2025

Melansir Kompas.com (30/9/2025), narasi resmi pada masa itu menyatakan PKI berupaya menggantikan ideologi negara, Pancasila, dengan paham komunisme. 

Meski demikian, dalam wawancara dengan majalah Pembina pada 12 Agustus 1964, Ketua PKI DN Aidit menegaskan partainya tetap menerima Pancasila. 

Bahkan, pada Oktober 1965, menjelang meletusnya peristiwa G30S, ia kembali menegaskan hal itu di hadapan para kadernya.

Presiden Soeharto bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur hari Kamis (1/10/1987). Kepala Negara dan Ny Tien Soeharto serta Wapres dan Ny Karlinah Umar Wirahadikusumah selesai upacara melakukan peninjauan keliling.DOK. SETNEG Presiden Soeharto bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur hari Kamis (1/10/1987). Kepala Negara dan Ny Tien Soeharto serta Wapres dan Ny Karlinah Umar Wirahadikusumah selesai upacara melakukan peninjauan keliling.

Aturan penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila 

Dalam buku Mengenal Orde Baru (2021) oleh Dhianita Kusuma Pertiwi, Pasca tragedi, pemerintah Orde Baru memandang peristiwa G30S sebagai upaya yang gagal menggulingkan Pancasila.

Untuk itu, melalui Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto Nomor Kep 977/9/1966 tanggal 17 September 1966, ditetapkanlah 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan ini harus diikuti seluruh pasukan TNI AD. Setahun kemudian, Soeharto yang telah menjadi Presiden ke-2 Indonesia, mengeluarkan Keppres 153/1967 yang menetapkan Hari Kesaktian Pancasia sebagai peringatan yang harus diikuti seluruh masyarakat. 

Upacara peringatan pertama digelar di Lubang Buaya, Jakarta, pada 1 Oktober 1966. Sejak itu, setiap tahun upacara digelar secara nasional di berbagai daerah.

Baca juga: 30 Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2024

Halaman:

Terkini Lainnya
15 Contoh Amanat Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Upacara, Durasi 6 Menit
15 Contoh Amanat Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Upacara, Durasi 6 Menit
Skola
Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Skola
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Tata Cara dan Teksnya
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Tata Cara dan Teksnya
Skola
Bukan Cuma Rafflesia Arnoldii, Ini Jenis-jenis Rafflesia di Indonesia
Bukan Cuma Rafflesia Arnoldii, Ini Jenis-jenis Rafflesia di Indonesia
Skola
35 Soal UAS Matematika Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban
35 Soal UAS Matematika Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban
Skola
Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Skola
45 Soal PKn Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 
45 Soal PKn Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 
Skola
35 Soal OSN Matematika SD 2026, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya
35 Soal OSN Matematika SD 2026, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya
Skola
50 Soal UAS PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawabannya 
50 Soal UAS PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawabannya 
Skola
Cara Membaca Hasil TKA 2026 SD, SMP, SMA, dan SMK: Ini Arti Nilai, Kategori, dan Fungsi SHTKA 
Cara Membaca Hasil TKA 2026 SD, SMP, SMA, dan SMK: Ini Arti Nilai, Kategori, dan Fungsi SHTKA 
Skola
Bagaimana Cara Menumbuhkan Perilaku Disiplin dan Saling Menghargai dalam Beribadah?
Bagaimana Cara Menumbuhkan Perilaku Disiplin dan Saling Menghargai dalam Beribadah?
Skola
Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Sangat Penting?
Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Sangat Penting?
Skola
Kata yang Ditulis Kecil dalam Judul
Kata yang Ditulis Kecil dalam Judul
Skola
45 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Jawaban
45 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Jawaban
Skola
40 Soal Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2, Lengkap Kunci Jawaban untuk Latihan 
40 Soal Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2, Lengkap Kunci Jawaban untuk Latihan 
Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau