Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asteroid 2026 JN4 Jatuh di Laut Arafura, Jadi Meteor Superterang Sebelum Terhempas

Kompas.com, 18 Mei 2026, 08:18 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com – Sebuah fenomena astronomi langka kembali terjadi di wilayah udara Indonesia.

Asteroid berukuran mini yang diberi nama 2026 JN4 dilaporkan jatuh di perairan Laut Arafura, Indonesia, pada Jumat (15/5/2026) pukul 20.44 WIB.

Meskipun sempat menembus atmosfer, masyarakat tidak perlu khawatir.

Sebagian besar massa asteroid berdiameter sekitar 1 meter ini telah teruapkan selama fase gesekan dengan atmosfer Bumi.

Hanya sebagian kecil, dalam orde beberapa kilogram saja, yang menyentuh paras Bumi. Namun karena jatuh di perairan laut, mustahil untuk bisa menemukannya.

Baca juga: Senin Depan, Asteroid 2026 JH2 Akan Melintas Sangat Dekat dengan Bumi

Menjadi Meteor Superterang di Langit Selatan

Sebelum jatuh, asteroid 2026 JN4 memasuki atmosfer Bumi pada suatu titik di selatan garis perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini dengan sudut lintasan 18 derajat.

Gesekan ekstrem dengan lapisan udara pelindung Bumi ini mengubah asteroid mini tersebut menjadi meteor superterang (fireball) yang membelah langit malam.

Astronom amatir dari Lembaga Ekuivalensi Ekliptika, Marufin Sudibyo, menjelaskan bahwa hanya sebagian sangat kecil dari asteroid ini yang berhasil mencapai permukaan Bumi.

"Sebagian besar massa asteroid sudah teruapkan di atmosfer karena panas yang ekstrem saat bergesekan. Hanya sebagian kecil saja, dalam orde beberapa kilogram, yang berhasil menyentuh paras Bumi sebagai meteorit. Namun, karena jatuh di perairan dalam seperti Laut Arafura, secara teknis mustahil bagi kita untuk bisa menemukan atau mengevakuasi sisa batuan tersebut," ungkap Marufin Minggu (17/5/2026).

Hanya Terdeteksi 3,5 Jam Sebelum Jatuh

Penemuan asteroid 2026 JN4 tergolong sangat dramatis. Karena ukurannya yang kecil, objek luar angkasa ini baru berhasil dideteksi oleh para astronom dunia hanya 3,5 jam sebelum menumbuk Bumi.

Selama waktu yang singkat itu, pergerakannya hanya sempat dipantau dari enam titik pengamatan di seluruh dunia.

Berdasarkan data pelacakan, asteroid 2026 JN4 masuk ke dalam kelompok asteroid kelas Apollo. Ini adalah gerombolan asteroid dekat-Bumi (Near-Earth Asteroids) yang memiliki lintasan orbit memotong orbit Bumi dan Mars.

Baca juga: Sempat Ditakuti, Asteroid Dewa Kehancuran Bakal Melintas Dekat Bumi

Karakteristik Orbit 2026 JN4Sebelum takdirnya berakhir di perairan Indonesia, asteroid ini mengelilingi Matahari pada orbit yang tidak stabil.

Karakteristik orbitnya terpantau cukup lonjong dengan tingkat kelonjongan (eksentrisitas) sebesar 0,3.

Selain lonjong, bidang edar asteroid ini juga miring atau tidak sejajar dengan bidang edar Bumi, dengan sudut kemiringan (inklinasi) sebesar 12 derajat.

Orbitnya merentang dari jarak dekat Bumi hingga sejauh 1,98 Satuan Astronomi (SA), yang merupakan sisi dalam dari Sabuk Asteroid utama. Saat terakhir kali menyusuri jalurnya, asteroid ini diketahui memiliki periode orbital selama 620 hari untuk sekali mengelilingi Matahari.

Peristiwa jatuhnya 2026 JN4 menjadi pengingat penting bagi komunitas astronomi global mengenai pentingnya meningkatkan sistem pemantauan objek dekat-Bumi, terutama untuk mendeteksi asteroid-asteroid berukuran mini yang sering kali datang tanpa peringatan lama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau