Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memutus Rantai Kemiskinan di Kudus Lewat Rumah Sederhana Rp 8,9 Miliar

Kompas.com, 24 April 2026, 20:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah dilaksanakan melalui penguatan kolaborasi sektor swasta dan pemerintah.

Sebanyak 128 warga di Kabupaten Kudus secara resmi menerima bantuan dalam program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).

Proyek sosial yang diinisiasi oleh duet raksasa, PT Djarum dan Polytron, ini menelan biaya total mencapai Rp 8,9 miliar sebagai langkah nyata memperbaiki kualitas hidup masyarakat rentan.

Seremoni penyerahan hunian dilakukan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Kamis (23/4/2026), bertepatan dengan momentum hari ulang tahun PT Djarum, pada Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Awal Mula Grup Djarum Mengelola Kawasan Elit Hotel Indonesia

Pada tahap pertama tahun 2026, program ini menyasar empat kecamatan dengan rincian wilayah Kaliwungu mendapatkan alokasi terbesar sebanyak 56 rumah, disusul Bae (24 rumah), Dawe (25 rumah), dan Jati (23 rumah).

Dengan anggaran sekitar Rp 70 juta per unit, setiap rumah mendapatkan intervensi menyeluruh, mulai dari perbaikan struktur hingga penyediaan fasilitas sanitasi.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan desain hunian dibuat dengan mempertimbangkan kesehatan penghuninya.

Setiap unit disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga serta mengutamakan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang optimal.

Baca juga: Filosofi Berbaginomics: Ketika Djarum Membangun 2.550 Rumah Rakyat

"Kami berharap hunian yang dibangun ini dapat menghadirkan keamananan, kenyamanan, dan sehat," ucapnya.

Dampak Langsung bagi Penerima Manfaat

Bagi para penerima bantuan, renovasi dan pembangunan rumah ini merupakan harapan baru.

Kartijo, seorang terapis asal Desa Margorejo, menceritakan bagaimana hunian lamanya selalu menjadi sumber kekhawatiran saat cuaca buruk melanda.

Atap yang bocor dan air yang merembes masuk saat hujan deras adalah persoalan harian yang harus ia hadapi bersama keluarga.

Baca juga: Gandeng Djarum Group, REI Jawa Tengah Komitmen Tanam Sejuta Pohon

“Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik, lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutur Kartijo.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menilai kontribusi ini sebagai bentuk sinergi yang menyentuh akar persoalan masyarakat.

Menurutnya, hunian yang layak memiliki korelasi positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi dan derajat kesehatan warga.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau