Editor
SYDNEY, KOMPAS.com - Jauh di dalam penjara keamanan tingkat tinggi di Darwin, nelayan Indonesia Dora Hamidung menceritakan kisahnya diserang buaya dan dihadang badai tropis dalam perjalanan ke Australia.
Dora sudah berulang kali ditahan akibat menangkap ikan secara ilegal di perairan Australia.
Ia pernah 11 kali ditangkap selama 20 tahun terakhir, dan kini menjalani hukuman penjara empat bulan.
Terlepas dari konsekuensinya, Dora mengatakan kemiskinan telah memaksanya untuk terus berlayar ke perairan utara Australia, dengan perahu kayu yang rapuh, untuk mencari makanan laut yang bernilai tinggi.
Ia adalah salah satu warga Indonesia yang ditahan setiap tahunnya karena menangkap ikan ilegal, dan ingin berbagi kisah.
Baca juga: Australia Krisis Pupuk, Impor 250.000 Ton dari Indonesia
Tahun lalu, Dora dan awak kapalnya ditahan bersama dengan 40 kilogram teripang hasil tangkapan ilegal mereka di Taman Laut Rowley Shoals di Australia Barat.
Saat itu, pengacaranya mengatakan mereka adalah pelanggar berulang yang "seharusnya lebih berhati-hati." Empat dari mereka lalu dipenjara.
Spesies teripang asli menjadi incaran populer bagi pelaut asal Indonesia seperti Dora.
Namun, ini bukanlah fenomena baru. Masyarakat Indonesia telah melakukan perjalanan ke Australia untuk memancing dan berdagang dengan warga Aborigin selama berabad-abad.
Baca juga: Australia Bakal Perbanyak Drone Murah, Pelajari Taktik Perang Baru
ABC mendapatkan akses ke penjara Darwin untuk berbicara dengan Dora, dengan syarat wawancara tersebut diawasi oleh Departemen Pemasyarakatan Australia.
Dalam wawancara yang dibantu penerjemah, Dora mengatakan ia adalah kapten kapal.
Dora juga mengatakan ia serta awak kapalnya menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan ke Australia.
"Perjalanan ini sangat berbahaya karena hujan turun tanpa henti … angin dan ombaknya sangat, sangat tinggi," katanya.
"Sebagai nelayan, ketika kami menghadapi angin kencang, banyak yang meninggal atau menghilang."
Dora sudah melaut sejak kelas 5 SD untuk menggantikan ayahnya yang meninggal dunia.
Baca juga: Stok BBM Tinggal 38 Hari, Australia Cari Pasokan ke Malaysia-Brunei