Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Dora, Terpaksa Melaut hingga Australia, Terjerat Hukum Demi Bertahan Hidup

Kompas.com, 22 April 2026, 19:00 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Editor

SYDNEY, KOMPAS.com - Jauh di dalam penjara keamanan tingkat tinggi di Darwin, nelayan Indonesia Dora Hamidung menceritakan kisahnya diserang buaya dan dihadang badai tropis dalam perjalanan ke Australia.

Dora sudah berulang kali ditahan akibat menangkap ikan secara ilegal di perairan Australia.

Ia pernah 11 kali ditangkap  selama 20 tahun terakhir, dan kini menjalani hukuman penjara empat bulan.

Terlepas dari konsekuensinya, Dora mengatakan kemiskinan telah memaksanya untuk terus berlayar ke perairan utara Australia, dengan perahu kayu yang rapuh, untuk mencari makanan laut yang bernilai tinggi.

Ia adalah salah satu warga Indonesia yang ditahan setiap tahunnya karena menangkap ikan ilegal, dan ingin berbagi kisah.

Baca juga: Australia Krisis Pupuk, Impor 250.000 Ton dari Indonesia

Kisah Dora

Tahun lalu, Dora dan awak kapalnya ditahan bersama dengan 40 kilogram teripang hasil tangkapan ilegal mereka di Taman Laut Rowley Shoals di Australia Barat.

Saat itu, pengacaranya mengatakan mereka adalah pelanggar berulang yang "seharusnya lebih berhati-hati." Empat dari mereka lalu dipenjara.

Spesies teripang asli menjadi incaran populer bagi pelaut asal Indonesia seperti Dora.

Namun, ini bukanlah fenomena baru. Masyarakat Indonesia telah melakukan perjalanan ke Australia untuk memancing dan berdagang dengan warga Aborigin selama berabad-abad.

Baca juga: Australia Bakal Perbanyak Drone Murah, Pelajari Taktik Perang Baru

ABC mendapatkan akses ke penjara Darwin untuk berbicara dengan Dora, dengan syarat wawancara tersebut diawasi oleh Departemen Pemasyarakatan Australia.

Dalam wawancara yang dibantu penerjemah, Dora mengatakan ia adalah kapten kapal.

Dora juga mengatakan ia serta awak kapalnya menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan ke Australia.

"Perjalanan ini sangat berbahaya karena hujan turun tanpa henti … angin dan ombaknya sangat, sangat tinggi," katanya.

"Sebagai nelayan, ketika kami menghadapi angin kencang, banyak yang meninggal atau menghilang."

Dora sudah melaut sejak kelas 5 SD untuk menggantikan ayahnya yang meninggal dunia.

Baca juga: Stok BBM Tinggal 38 Hari, Australia Cari Pasokan ke Malaysia-Brunei

Halaman:

Terkini Lainnya
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Internasional
Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Internasional
Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Internasional
[POPULER GLOBAL] Iran Punya Kartu As Baru | Alarm Kelaparan di AS
[POPULER GLOBAL] Iran Punya Kartu As Baru | Alarm Kelaparan di AS
Global
Diplomasi di Tengah Asap Perang AS-Iran
Diplomasi di Tengah Asap Perang AS-Iran
Global
'Jurassic Park' Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
"Jurassic Park" Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
Global
Rekor, Rusia Gempur Ukraina dengan 8.150 Drone dan 211 Rudal
Rekor, Rusia Gempur Ukraina dengan 8.150 Drone dan 211 Rudal
Global
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan, 5 Tewas
Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan, 5 Tewas
Global
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kisah Dora, Terpaksa Melaut hingga Australia, Terjerat Hukum Demi Bertahan Hidup
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat