Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Jadi Negara Pertama yang Mengakui Somaliland

Kompas.com, 27 Desember 2025, 06:05 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

Sumber AFP, Aljazeera

KOMPAS.com - Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada Jumat (26/12/2025).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya telah menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland.

Ia juga menggambarkan deklarasi itu sebagai semangat Kesepakatan Abraham, sebuah perjanjian yang ditengahi oleh Amerika Serikat untuk membangun hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Arab.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan kesepakatan itu merupakan hasil dialog ekstensif selama setahun antara kedua negara.

"Kita akan bekerja sama untuk meningkatkan hubungan antar negara dan bangsa kita, stabilitas regional, dan kemakmuran ekonomi," ujarnya, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (26/12/2025).

Baca juga: Israel Hantam Pusat Latihan Unit Radwan, Pasukan Paling Berbahaya Hizbullah

Disambut baik Somaliland

Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi pun menyatakan kesiapannya. untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham.

Ia juga menyambut baik langkah Israel dan mengatakan bahwa pengakuan itu menandai awal dari kemitraan strategis. 

"Ini adalah momen bersejarah karena kami menyambut dengan hangat pengakuan Israel dan menegaskan kesiapan Somaliland untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham," tulis Abdullahi di media sosial X.

Disebutkan bahwa Netanyahu akan mengundang Abdullahi untuk berkunjung ke Israel.

Pengakuan ini menandai perubahan dramatis dalam nasib Somaliland setelah bertahun-tahun terisolasi secara diplomatik.

Baca juga: Geger, Polisi Israel Tangkap Santa Claus Palestina di Tengah Perayaan Natal

Deklarasikan kemerdekaan sejak 1991

Somaliland memisahkan diri dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 melalui perang saudara yang brutal. 

Namun, mereka gagal mendapatkan pengakuan dari negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mana pun. 

Somaliland menguasai bagian barat laut dari wilayah yang dulunya merupakan Protektorat Inggris di Somalia utara.

Meski demikian, kondisi di Somaliland stabil pada akhir 1990-an, berbanding terbalik dengan Somalia yang dilanda kekacauan.

Somaliland telah mengembangkan identitas politik yang berbeda dari Somalia, dengan mata uang, bendera, dan parlemennya sendiri. 

Halaman:

Terkini Lainnya
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Internasional
Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Internasional
Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Internasional
[POPULER GLOBAL] Iran Punya Kartu As Baru | Alarm Kelaparan di AS
[POPULER GLOBAL] Iran Punya Kartu As Baru | Alarm Kelaparan di AS
Global
Diplomasi di Tengah Asap Perang AS-Iran
Diplomasi di Tengah Asap Perang AS-Iran
Global
'Jurassic Park' Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
"Jurassic Park" Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
Global
Rekor, Rusia Gempur Ukraina dengan 8.150 Drone dan 211 Rudal
Rekor, Rusia Gempur Ukraina dengan 8.150 Drone dan 211 Rudal
Global
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan, 5 Tewas
Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan, 5 Tewas
Global
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Israel Jadi Negara Pertama yang Mengakui Somaliland
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat