KOMPAS.com – Sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan tulis sejak dini, Gramedia Pustaka Utama resmi memperkenalkan Festival Literasi Anak "Rimba Kata".
Acara yang baru pertama kali digelar ini direncanakan menjadi agenda rutin untuk membangun fondasi masa depan anak Indonesia melalui literasi yang kuat.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Gramedia Emerald Bintaro, pihak penyelenggara memaparkan bahwa festival ini akan berlangsung mulai 28 April hingga 3 Mei 2026.
Rangkaian acara akan dimulai dengan bazar buku, sedangkan acara puncak festival akan dilaksanakan pada tanggal 1-3 Mei 2026 di Bintaro Jaya Xchange.
“Hari ini tantangan literasi bukan hanya soal akses buku, tetapi bagaimana membuat anak merasa bahwa membaca dan menulis adalah aktivitas yang menyenangkan. Rimba Kata kami hadirkan sebagai ruang di mana anak bisa belajar tanpa merasa sedang belajar,” ujar Vice GM Penerbit Gramedia Noni Mira.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi besar antara Gramedia dengan berbagai pihak. Noni mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menggandeng Bank Syariah Nasional (BSM) sebagai mitra strategis untuk memperluas jangkauan literasi anak secara lebih inklusif.
Kepala Divisi Network & Digital Sales Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Kurnia Muhamadi menyampaikan, keikutsertaan Bank BSN dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam membangun generasi masa depan.
“Kami memandang literasi sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan. Prinsip berkah dan amanah menjadi landasan Bank BSN dalam setiap inisiatif, termasuk dalam mendukung literasi anak melalui program seperti Rimba Kata," ungkapnya.
Selain itu, festival ini juga bekerja sama dengan Semesta Buku Anak untuk menghadirkan bazar buku raksasa. Bazar ini akan menawarkan berbagai variasi genre buku anak dengan diskon besar yang bertujuan memberikan akses yang lebih luas bagi orang tua untuk mendapatkan bacaan berkualitas dengan harga terjangkau.
Festival ini didesain sebagai ruang eksplorasi yang aman dan seru bagi anak-anak. Dengan mengusung tema #SaatnyaBertualang, Rimba Kata menghadirkan sejumlah zona khusus yang telah disiapkan, antara lain Area Membaca yang menyediakan buku gratis untuk dibaca di tempat, didampingi oleh pendongeng yang siap membacakan cerita sepanjang hari.
Kemudian, Area Berpikir yang menampilkan planetarium kubah besar di mana anak-anak bisa masuk dan menyaksikan bintang-bintang untuk memantik ketertarikan pada sains.
Baca juga: Gramedia dan Putri Bumi Sriwijaya Luncurkan Buku Ragam Wastra Sriwijaya
Selanjutnya, Area Pajang Karya akan memamerkan lukisan dan puisi karya siswa sekolah yang telah dikurasi sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak. Tersedia Area Penulis yakni ruang khusus bagi pengunjung untuk menuliskan pesan atau puisi spontan.
Terdapat juga panggung utama yang akan dimeriahkan oleh karakter ikonik seperti Bobo, Bona, dan Kiko, serta berbagai sesi talkshow parenting dan peluncuran buku.
Penulis buku anak seri Creepy Case Club Rizal Iwan menekankan, kehadiran fisik orang tua sangat krusial dalam memperkenalkan literasi. Menurutnya, orang tua harus berperan sebagai pemantik, pendamping, pembimbing, hingga pengapresiasi.
"Kadang-kadang bisa dimulai dari sesederhana membacakan read aloud ke anak-anak. Dari situ mereka baru terpantik bahwa berimajinasi itu seru, tidak harus selalu menonton di depan mata sendiri," ujar Rizal.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya