KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi melakukan pencanangan kolaborasi multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi nasional.
Kolaborasi ini dilakukan bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF. Sebagai tahap awal, kolaborasi ini akan menyasar enam kota atau kabupaten mitra program peningkatan tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, kolaborasi ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Baca juga: UMN Luncurkan Prodi AI, Fokus pada Sustainability
"Karena itu, kerja sama ini sangat penting, dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal. Kemampuan dasar ini menjadi fondasi utama untuk penguasaan ilmu lainnya," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menurut Mu'ti ada tiga hal penting dalam upaya ini yang harus diperhatikan yakni membangun kompetensi melalui pembelajaran yang disesuaikan tidak hanya dengan usia, tetapi juga dengan pendekatan pedagogi yang tepat.
Kemudian menumbuhkan kebiasaan membaca yang berjalan beriringan dengan kompetensi membaca.
"Ketiga, menerapkan pendekatan numerasi yang tepat, dengan fokus membangun logika sejak awal," ujarnya.
Mu'ti menjelaskan, kemitraan ini dirancang untuk untuk menciptakan inovasi yang berdampak dan terukur melalui pelatihan dan pendampingan pada 500 sekolah dasar negeri, 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah untuk memberikan manfaat kepada sedikitnya 45.000 siswa hingga tahun 2029.
Dalam jangka panjang, program diharapkan dapat diperluas dan memberikan manfaat pada seluruh siswa di Indonesia.
Baca juga: Mendikdasmen: Nilai Matematika TKA SMP 2026 Hampir Sama dengan SMA 2025
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat hasil yang signifikan, terutama pada siswa kelas 1, 2, dan 3. Dengan upaya bersama, semoga tidak akan ada lagi cerita siswa di jenjang tinggi
yang belum mampu membaca atau berhitung," jelas Mu'ti.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati menjelaskan, guru memegang peran kunci dalam memastikan anak-anak menguasai keterampilan dasar.
Oleh karena itu, Tanoto ingin mendukung guru lewat penguatan praktik pembelajaran di kelas, agar setiap anak memahami konsep dasar literasi dan numerasi.
Baca juga: Kisah Alfath, Pernah Ikut Ayah Jadi Tukang Bangunan Kini Raih Penghargaan Mahasiswa Berprestasi UGM
Ilustrasi membacakan buku untuk anak."Dengan pemanfaatan data asesmen siswa, guru dapat memetakan kebutuhan siswa secara tepat dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa," ucap Ari.
Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, mengatakan bahwa fondasi yang kuat dalam membaca dan matematika sangat penting agar setiap anak dapat terus belajar dan mencapai potensi mereka.
Benjamin Piper menerangkan, hasil dari India menunjukkan apa yang mungkin dicapai, peningkatan praktik pembelajaran di kelas secara luas, penguatan materi ajar, serta pemanfaatan data asesmen siswa yang jelas telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan matematika.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya