Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Literasi-Numerasi Siswa, Kemendikdasmen Jalin Kolaborasi Multipihak

Kompas.com, 10 April 2026, 12:10 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi melakukan pencanangan kolaborasi multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi nasional.

Kolaborasi ini dilakukan bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF. Sebagai tahap awal, kolaborasi ini akan menyasar enam kota atau kabupaten mitra program peningkatan tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, kolaborasi ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Baca juga: UMN Luncurkan Prodi AI, Fokus pada Sustainability

Tumbuhkan kebiasaan membaca

"Karena itu, kerja sama ini sangat penting, dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal. Kemampuan dasar ini menjadi fondasi utama untuk penguasaan ilmu lainnya," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Menurut Mu'ti ada tiga hal penting dalam upaya ini yang harus diperhatikan yakni membangun kompetensi melalui pembelajaran yang disesuaikan tidak hanya dengan usia, tetapi juga dengan pendekatan pedagogi yang tepat.

Kemudian menumbuhkan kebiasaan membaca yang berjalan beriringan dengan kompetensi membaca.

Terapkan pendekatan numerasi yang tepat

"Ketiga, menerapkan pendekatan numerasi yang tepat, dengan fokus membangun logika sejak awal," ujarnya.

Mu'ti menjelaskan, kemitraan ini dirancang untuk untuk menciptakan inovasi yang berdampak dan terukur melalui pelatihan dan pendampingan pada 500 sekolah dasar negeri, 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah untuk memberikan manfaat kepada sedikitnya 45.000 siswa hingga tahun 2029.

Dalam jangka panjang, program diharapkan dapat diperluas dan memberikan manfaat pada seluruh siswa di Indonesia.

Baca juga: Mendikdasmen: Nilai Matematika TKA SMP 2026 Hampir Sama dengan SMA 2025

“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat hasil yang signifikan, terutama pada siswa kelas 1, 2, dan 3. Dengan upaya bersama, semoga tidak akan ada lagi cerita siswa di jenjang tinggi
yang belum mampu membaca atau berhitung," jelas Mu'ti.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati menjelaskan, guru memegang peran kunci dalam memastikan anak-anak menguasai keterampilan dasar.

Oleh karena itu, Tanoto ingin mendukung guru lewat penguatan praktik pembelajaran di kelas, agar setiap anak memahami konsep dasar literasi dan numerasi.

Baca juga: Kisah Alfath, Pernah Ikut Ayah Jadi Tukang Bangunan Kini Raih Penghargaan Mahasiswa Berprestasi UGM

Ilustrasi membacakan buku untuk anak.Dok. Freepik/jcomp Ilustrasi membacakan buku untuk anak.

"Dengan pemanfaatan data asesmen siswa, guru dapat memetakan kebutuhan siswa secara tepat dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa," ucap Ari.

Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, mengatakan bahwa fondasi yang kuat dalam membaca dan matematika sangat penting agar setiap anak dapat terus belajar dan mencapai potensi mereka.

Benjamin Piper menerangkan, hasil dari India menunjukkan apa yang mungkin dicapai, peningkatan praktik pembelajaran di kelas secara luas, penguatan materi ajar, serta pemanfaatan data asesmen siswa yang jelas telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan matematika.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau