Yunanto Wiji Utomo adalah jurnalis dengan pengalaman 15 tahun meliput sains, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.
Dia punya latar belakang bioteknologi. Tahun 2019, dengan Chevening Scholarship, Yunanto mendalami game dan komunikasi lewat program master di Loughborugh University, Inggris.
Tahun 2016, dia ikut memprakarsai inisiatif interactive journalism pertama di Indonesia lewat kanal Visual Interaktif Kompas (VIK).
Saat pandemi Covid-19, Yunanto membuat komik dan newsgame yang kemudian meraih 2020 American Association for the Advancement of Science (AAAS)-Kavli Science Journalism Awards.
Lewat VIK, Yunanto mengeksplorasi beragam pendekatan komunikasi sains, mulai komik, game, hingga chat stories.
Sejumlah karyanya di VIK mendapatkan dukungan pendanaan dari Pulitzer Center, National Geographic Society, WAN-IFRA, dan beragam organisasi non profit.
Selain sebagai Editor di Kompas.com, Yunanto juga merupakan salah satu pendiri Society of Indonesian Science Journalists (SISJ).
Dia menjadi fellow dalam program SjCOOP Asia Fellowship by the World Federation of Science Journalists (WFSJ).
Dia juga menjadi mentor jurnalisme sains, kesehatan, dan lingkungan yang diadakan dengan dukungan Sasakawa Peace Foundation, Earth Journalism Network, Google dan lainnya.
Yunanto bicara dalam beragam forum, mulai dari Global Landscape Forum oleh CIFOR-ICRAF hingga guest lecture di Universitas Indonesia, Monash University, University of the Phillipines.






