Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Kota Paling Cocok untuk Walking Tour 2026

Kompas.com, 7 Mei 2026, 08:33 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Menjelajah kota dengan berjalan kaki masih menjadi cara favorit banyak wisatawan untuk menikmati suasana lokal secara lebih dekat.

Dari gang-gang kecil, kawasan heritage, hingga pusat kuliner, pengalaman berjalan kaki dinilai memberi kesan perjalanan yang lebih santai dan autentik.

Di Asia Tenggara, sejumlah kota bahkan dinilai cukup nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki oleh wisatawan mancanegara.

Menariknya, Hanoi dan Ho Chi Minh City di Vietnam disebut berada di atas Singapura dalam daftar kota paling ramah untuk wisata jalan kaki versi platform perjalanan GuruWalk.

Baca juga: Walking Tour Kompas.com, Jelajah 13 Toko Kopi dan Wisata Legendaris Jakarta Pusat

Melansir VnExpress International, Minggu (4/5/2026), Singapura menempati peringkat ke-70 dalam daftar 100 kota paling walkable di dunia untuk wisatawan pada 2026.

Sementara itu, Hanoi berada di posisi ke-37 dan Ho Chi Minh City di peringkat ke-38. Kuala Lumpur, Malaysia, berada di urutan ke-52.

GuruWalk menyusun daftar tersebut berdasarkan sejumlah faktor, seperti kemudahan berjalan kaki, kepadatan atraksi wisata, aksesibilitas, hingga pengalaman wisatawan saat menjelajahi kota tanpa kendaraan.

Roma hingga Madrid jadi kota favorit untuk walking tour

Daftar kota paling walkable tahun ini masih didominasi destinasi Eropa.

Roma, Italia, menempati posisi pertama karena memiliki banyak landmark ikonik yang dapat dijelajahi dalam satu jalur berjalan kaki, seperti Colosseum, Trevi Fountain, dan Pantheon.

Baca juga: Ingin Ikut Wonogiri Walking Tour Rute Stasiun Wonogiri, Bisa Naik KA Batara Kresna

Di bawah Roma, ada Madrid, Budapest, dan Praha yang dikenal memiliki pusat kota padat, jalur pedestrian nyaman, serta kawasan wisata yang saling terhubung.

Selain kota-kota Eropa, daftar tersebut juga memuat Tokyo, Kyoto, hingga New York City sebagai destinasi yang dinilai nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.

Singapura unggul soal keamanan dan transportasi

Tentang Singapura, GuruWalk menilai negara kota tersebut menawarkan perpaduan kawasan modern dan budaya yang dapat dijangkau dengan mudah oleh pejalan kaki.

“Berjalan kaki dari Chinatown bersejarah menuju Marina Bay dengan deretan gedung pencakar langit futuristik adalah pengalaman melihat sintesis global abad ke-21 dalam bentuk paling nyata,” tulis GuruWalk.

Singapura juga dikenal memiliki transportasi publik yang terintegrasi dan tingkat keamanan tinggi bagi wisatawan.

Melansir CNN Travel, 18 April 2025, Singapura beberapa kali masuk dalam daftar kota teraman di dunia untuk wisatawan internasional berkat tingkat kriminalitas rendah dan sistem transportasi publik yang efisien.

Baca juga: Ikon Wisata Hanoi Terancam Berubah, Kereta Tak Lagi Lewati Railway Cafe Street

Sementara itu, melansir BBC Travel, konsep kota ramah pejalan kaki kini semakin dicari wisatawan karena dianggap memberi pengalaman perjalanan yang lebih lambat, nyaman, dan memungkinkan interaksi lebih dekat dengan budaya lokal.

Walkable city bukan sekadar trotoar

Meski demikian, penilaian kota walkable tidak hanya bergantung pada kondisi trotoar. Faktor lain seperti akses menuju atraksi wisata, konektivitas transportasi umum, kepadatan kawasan kota, hingga rasa aman turut menjadi penilaian utama.

Daftar ini juga memunculkan beragam tanggapan dari pembaca VnExpress. Sejumlah pembaca mempertanyakan posisi Hanoi dan Ho Chi Minh City yang berada di atas Singapura karena kondisi trotoar di Vietnam dinilai belum sepenuhnya nyaman bagi pejalan kaki.

Namun, tren wisata berjalan kaki memang semakin berkembang di berbagai kota dunia. Selain dianggap lebih hemat dan ramah lingkungan, wisata jalan kaki juga dinilai membuat wisatawan lebih mudah menemukan sisi autentik sebuah kota.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau