Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Destinasi di Indonesia Ini Tawarkan Pengalaman Ngopi Langsung di Kebunnya

Kompas.com, 5 Mei 2026, 16:15 WIB
Afif Khoirul Muttaqin

Penulis

KOMPAS.COM - Indonesia memang dikenal sebagai salah satu surga kopi dunia. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah punya karakter rasa kopi yang unik. 

Buat kamu yang nggak bisa lepas dari secangkir kopi, ada cara seru buat menikmatinya, langsung datang ke kebunnya!

Berdasarkan ulasan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, wisata kopi kini jadi tren menarik karena bukan cuma soal minum, tapi juga pengalaman belajar dari proses panen hingga pengolahan biji kopi.

Nah, berikut 5 destinasi wisata kopi di Indonesia yang wajib kamu kunjungi.

1. Kopi Gayo, Aceh

Festival Panen Kopi Gayo 2023 berlangsung di Desa Paya Tunpi Baru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Jumat (24/11/2023).DOK. KEMENDIKBUDRISTEK Festival Panen Kopi Gayo 2023 berlangsung di Desa Paya Tunpi Baru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Jumat (24/11/2023).

Kalau ngomongin kopi Indonesia, nama Gayo pasti langsung muncul. Kopi dari dataran tinggi Gayo di Aceh ini terkenal punya rasa kuat dengan sentuhan aroma bunga dan rempah.

Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman lengkap mulai dari memanen biji kopi hingga mengolahnya secara tradisional. Bonusnya, kamu juga bisa ngopi santai sambil menikmati pemandangan Danau Lut Tawar yang indah. 

Baca juga: Senja, Kopi, dan Tubing Seru di Sumbergondo: Cara Menikmati Sore di Banyuwangi

2. Kopi Malabar, Pangalengan – Jawa Barat

Ilustrasi kopi, biji kopi. Penelitian terbaru menemukan senyawa baru dalam kopi sangrai yang pada uji laboratorium mampu menekan lonjakan gula darah dengan efektivitas melampaui obat diabetes tipe 2 yang umum digunakan.PIXABAY/COULEUR Ilustrasi kopi, biji kopi. Penelitian terbaru menemukan senyawa baru dalam kopi sangrai yang pada uji laboratorium mampu menekan lonjakan gula darah dengan efektivitas melampaui obat diabetes tipe 2 yang umum digunakan.

Buat warga Jawa Barat atau yang lagi liburan ke Bandung, kawasan Pangalengan wajib masuk wishlist. Kopi Malabar dikenal dengan rasa dominan cokelat dan hint rempah di akhir.

Berada di ketinggian sekitar 1.400–1.800 mdpl, suasana di sini sejuk banget. Kamu bisa jalan-jalan di kebun sambil menyeruput kopi hangat, cocok buat healing tipis-tipis. 

3. Kebun Kopi Kledung, Temanggung – Jawa Tengah

Ceri merah kopi yang sedang dalam proses penjemuranDok. Instagram @kopi_kampoeng_genting Ceri merah kopi yang sedang dalam proses penjemuran

Di lereng Gunung Sindoro, ada Kebun Kopi Kledung yang menawarkan pengalaman ngopi dengan view pegunungan yang bikin adem.

Kopi arabika Kledung punya cita rasa khas dengan aroma jeruk dan cokelat. Selain menikmati kopi, kamu juga bisa menginap, bersepeda, bahkan camping di area kebun kopi ini.

Baca juga: Walking Tour Kompas.com, Jelajah 13 Toko Kopi dan Wisata Legendaris Jakarta Pusat

4. Perkebunan Liwa, Lampung

Ilustrasi kopi.Freepik/stockking Ilustrasi kopi.

Lampung dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia. Nggak heran kalau saat datang ke perkebunan Liwa, aroma kopi langsung terasa di udara.

Halaman:


Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau