Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yogyakarta Perkuat Branding sebagai Kota Festival, Event Jadi Daya Tarik Wisatawan

Kompas.com, 3 Mei 2026, 11:03 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Yogyakarta menguatkan branding sebagai Kota Festival dengan cara membuat event yang terintegrasi saat peringatan ulang tahun Kota Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan deklarasi Yogyakarta sebagai Kota Festival harus diikuti dengan penguatan konsep, kurasi event, serta kolaborasi lintas sektor agar benar-benar memberikan daya tarik bagi wisatawan.

“Kalau kita sudah menyebut sebagai Kota Festival, maka yang harus kita jawab adalah event-nya apa. Kita ingin ke depan orang datang ke Jogja bukan karena kebetulan ada acara, tetapi memang sengaja datang untuk menghadiri event tertentu,” ujarnya, Kamis (16/4/2026) dalam keterangannya.

Baca juga: 5 Wisata Susur Sungai di Yogyakarta yang Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Menurutnya, selama ini terdapat lebih dari 1.000 event yang digelar di Kota Yogyakarta, namun belum semuanya memiliki kualitas dan dampak optimal. Karena itu, Pemkot berupaya melakukan orkestrasi kegiatan lintas Perangkat Daerah agar lebih terarah, terkurasi, dan saling mendukung.

Selain itu, strategi ini juga menjadi jawaban atas tantangan low season pariwisata yang terjadi pada Februari hingga April. Pemkot tengah menyiapkan berbagai agenda untuk mengisi periode tersebut, termasuk penguatan event berbasis budaya seperti Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, perayaan Imlek terintegrasi dari Malioboro hingga Ketandan, hingga pengemasan Ruwahan Agung dan Lomba Takbiran bergengsi saat Idul Fitri dan Idul Adha.

“Ke depan, kita ingin menciptakan event yang benar-benar menjadi rujukan. Seperti orang ke luar negeri untuk konser besar, kita juga ingin orang datang ke Jogja karena event tertentu,” tambahnya.

Tak hanya itu, event besar seperti ARTJOG juga akan didorong menjadi bagian dari orkestrasi kota. Dengan durasi hingga kurang lebih dua bulan, event ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar terkait dunia seni dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Promo Tiket Pesawat Domestik 2026, Jakarta-Yogyakarta Cuma Rp 700.000

Pada puncaknya, Pemkot juga menyiapkan penguatan event sepanjang Oktober bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta. Wawan menjelaskan, rangkaian HUT Kota Jogja akan dikemas selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Oktober, dengan berbagai kegiatan lintas sektor.

“WJNC itu hanya salah satu event puncak, bukan satu-satunya. Kita sedang menyusun rangkaian besar selama satu bulan, mulai dari event budaya, perdagangan, hingga kegiatan komunitas,” jelasnya.

Dengan pengemasan baru, event Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ditargetkan kembali masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara dan menarik lebih banyak wisatawan.

“Harapannya dampaknya besar, baik ke hotel, restoran, maupun penjualan suvenir dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dalam rangkaian HUT Kota Yogya, berbagai agenda akan digelar, seperti Wayang Bocah, Jogja Great Sale, hingga keterlibatan komunitas dan asosiasi seperti Kadin melalui event pameran dan promosi. Bahkan, event-event yang secara geografis berada di luar Kota Yogyakarta juga akan dirangkul dalam satu narasi promosi.

Baca juga: Bukan Cuma Gudeg, Ini 7 Spot Mangut Lele di Jogja yang Wajib Dicoba

“Kita rangkul event di luar wilayah seperti Kustomfest atau kegiatan besar lain, dengan pendekatan promosi dan kolaborasi. Kita tidak mengambil alih, tapi kita duduk bersama dengan pemilik event untuk saling mendukung,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan pihak swasta bukan dalam bentuk swastanisasi, melainkan sinergi peran. Pemerintah tetap menjadi orkestrator, sementara swasta dan komunitas menjadi mitra dalam memperkuat daya tarik event.

“Kita support dari sisi promosi, penguatan ekosistem, termasuk distribusi dampak ekonomi seperti penyebaran hunian hotel dan aktivitas wisata di berbagai kawasan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menekankan pentingnya integrasi UMKM dalam ekosistem pariwisata. Menurutnya, UMKM tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi bagian dari pengalaman wisata.

“Ke depan, UMKM bukan hanya tempat membeli produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman. Wisatawan bisa melihat proses, memahami cerita di balik produk, hingga mendapatkan nilai lebih dari setiap barang yang dibeli,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa event akan menjadi media promosi utama UMKM. Berbagai agenda seperti Gebyar UMKM akan dikolaborasikan dengan event besar, termasuk rencana penguatan kegiatan di kawasan Malioboro melalui konsep Coffee Night yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan pengembangan merchandise resmi Kota Yogyakarta yang dikurasi dari sisi desain, kualitas, hingga hak kekayaan intelektual (HAKI), sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau