KOMPAS.com - Rombongan wisatawan mancanegara (wisman) asal India terlihat mencuri barang-barang hotel di daerah Ubud, Bali, pada Minggu (19/4/2026).
Video insiden tersebut dibagikan oleh akun media sosial X (Twitter) @TARUNspeakss pada Rabu (22/4/2026) dan menjadi viral.
Baca juga:
Dalam video yang telah ditonton lebih dari satu juta kali itu, terlihat seorang staf hotel memeriksa isi koper milik tamu yang diduga membawa sejumlah fasilitas hotel.
Petugas hotel terlihat membuka satu per satu koper milik tamu dan menemukan sejumlah barang hotel yang dibawa masuk ke dalam bagasi.
"Sekali-kali harus dikasih pelajaran kayak gini nih, (turis) India nih. Walaupun tidak semua India begini. Semua dicek di parkiran dan ini barang-barang yang dicuri sama dia," kata perekam video tersebut.
Rombongan turis India tertangkap basah mencuri barang-barang hotel di daerah Ubud, Bali, pada Minggu (19/4/2026). Aksi ini viral setelah akun media sosial X (Twitter) @TARUNspeakss membagikan video tersebut pada Rabu (22/4/2026).
Aksi pencurian barang ini terjadi di Asvara Resort Ubud, Banjar Ayah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali.
"Informasi dari pihak hotel, para tamu tersebut merupakan empat WNA (warga negara asing) asal India yang telah menginap sejak 16 April 2026 dengan memesan dua kamar," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar, I Gusti Ngurah Suardita, dilaporkan oleh Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Mereka diketahui tertangkap mencuri barang saat akan meninggalkan hotel (check-out), setelah petugas housekeeping menemukan sejumlah fasilitas kamar tidak berada di tempatnya.
Mengetahui hal itu, petugas lantas melapor ke pihak manajemen hotel yang selanjutnya menahan pergi rombongan wisman India tersebut, kemudian menunda proses check-out untuk melakukan klarifikasi tamu dan mengecek isi koper mereka di parkiran.
"Barang yang dilaporkan hilang antara lain alas gelas, handuk mandi, handuk kolam, pengering rambut (hair dryer), kimono, keset, kotak remote televisi, hingga peralatan makan," tutur Suardita.
Baca juga:
Dalam proses itu, para tamu disebut mengakui telah mengambil barang-barang tersebut tanpa izin.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak hotel. Namun demikian, tidak ada sanksi hukum yang dikenakan kepada para pelaku.
"Permasalahan kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Seluruh barang yang diambil dikembalikan, dan pihak hotel memutuskan tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum," ucap Suardita.
Baca juga: 10 Hotel Paling Istimewa di Indonesia, Menurut Tatler Best 2026