JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kota Tua Jakarta di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, terpilih menjadi salah satu lokasi syuting film yang dibintangi Lisa Blackpink berjudul Tygo.
Tak hanya pada Rabu (28/1/2026), syuting film Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta juga bakal berlanjut bulan depan.
"Next ada lagi jadwal, tapi masih dikonfirmasi gitu ya, informasi Februari," tutur Ketua Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, saat ditemui Kompas.com di kantornya, Kamis (29/1/2026).
Denny belum bisa memastikan kapan syuting film Tygo berlanjut di kawasan Kota Tua Jakarta. Namun demikian, ia menuturkan bahwa lokasi syuting berikutnya akan berbeda.
Baca juga: Itinerary Seharian di Kota Tua untuk Hunting Foto Estetik
Jika sebelumnya Gedung Jasindo terpilih menjadi lokasi syuting film Lisa Blackpink, para pemeran film internasional ini diduga memilih lokasi lain di kawasan Kota Tua Jakarta pada Februari 2026.
"Masih di area Kota Tua, tapi beda tempat, belum dikonfirmasi," jelas Denny.
Untuk diketahui, kawasan wisata Kota Tua Jakarta terdiri dari area terbuka dan banyak museum.
Baca juga: Asyiknya Naik Perahu Ala Korea di Dermaga Stasiun Tuntang
Kawasan wisata Kota Tua Jakarta, tepatnya di halaman Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Kamis (29/1/2026).Daftar museum di Kota Tua Jakarta terdiri dari Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Museum Bahari.
Baca juga: Tempat Main Golf di Bandung, Favorit Turis Malaysia hingga Korea
Pengunjung berfoto di depan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta.Lewat program ini, pemerintah provinsi DKI Jakarta berupaya menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema yang ramah untuk syuting.
Program Filming in Jakarta juga memungkinkan rumah produksi (production house) mendapat izin syuting di kawasan Kota Tua Jakarta tanpa proses panjang.
Cukup membayar tarif syuting di Kota Tua Jakarta sesuai ketentuan, kru dan pemain film dapat mengakses lokasi wisata ini khusus syuting.
Baca juga: Pariwisata Ramah Muslim: Bukan Mengubah Karakter Destinasi, tapi Meningkatkan Standar Layanan
"Kayak kita bikin di Hollywood lah, misalnya. Misalnya tarif Rp 1 juta, sudah bayar, ya silakan syuting," ungkapnya.
Kehadiran produksi film internasional akan memberikan rasa aman bagi para pemain, serta membangkitkan kebanggaan masyarakat, sekaligus membuka peluang lebih banyak film internasional syuting di Indonesia.