Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calon Jamaah Tidak Bisa Lagi Umrah Backpacker, Ini Alasannya

Kompas.com, 29 Agustus 2025, 18:41 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Calon jamaah dari Indonesia kini tidak bisa lagi melakukan perjalanan ibadah Umrah secara mandiri seperti solo umrah ataupun umrah backpacker.

Sebab, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kini telah mengeluarkan kebijakan baru, yaitu setiap calon jamaah asing yang hendak Umrah harus mengajukan visa Umrah melalui layanan daring bernama Nusuk.

"Sudah tidak bisa lagi umrah mandiri kalau dari Indonesia, karena jamaah Indonesia kini wajib beragkat umrah lewat agen resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," kata Direktur agen perjalanan Umrah resmi, Khalifah Asia, bernama Silvia Indriani saat Kompas.com temui dalam acara Garuda Umrah Festival 2025 di mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Regulasi Daftar Umrah Kini Beralih ke Digital, Apa yang Berubah?

Secara sistem, Nusuk dihadirkan sebagai layanan yang bisa diakses oleh siapapun yang hendak mengajukan visa umrah.

Kata Silvia, di dalam layanan ini, semua aspek yang dibutuhkan oleh calon jemaah akan terintegrasi. Mulai dari pemesanan visa umrah, akomodasi, transportasi, dan tur sesuai kebutuhan.

Pilihan akomodasi hingga transportasi yang diajukan di Nusuk pun wajib sudah tasreh atau yang sudah berizin dari pihak Arab Saudi. Jadi, tanpa hotel yang sah di sistem, maka visa umrah tidak akan diterbitkan.

Meskipun layanan Nusuk bisa diakses oleh perorangan, tetapi berdasarkan aturan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI, khusus jamaah Indonesia wajib mendaftar lewat agen resmi PPIU.

Umrah mandiri tidak disarankan demi keselamatan

Selain alasan administrasi dan regulasi di layanan Nusuk, Silvia mengimbau calon jamaah yang hendak Umrah untuk melakukan perjalanan umrah lewat travel agent resmi PPIU.

Sebab, katanya, ada begitu banyak peluang kejadian yang bisa membahayakan keselamatan dan nyawa calon jamaah.

"Tidak semua orang di sana (Arab Saudi) baik, kebanyakan pendatang. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi tindak kejahatan," katanya.

Apabila kejadian buruk menimpa jamaah Indonesia yang umrah mandiri, lanjutnya, maka mereka tidak mendapat jaminan atas keamanan dan pertolongan selama perjalanan umrah.

Baca juga: RUU Haji dan Umrah Sah Jadi UU, Transparansi Layanan Biro Travel Umrah Wajib Jadi Prioritas

Selain itu, sambungnya, apabila melakukan perjalanan Umrah tidak dengan agen PPIU resmi, besar kemungkinan layanan yang diberikan tidak memberikan kesan yang baik. Baik dari aspek pemilihan akomodasi, transportasi, hingga makanan.

Sejalan dengan Silvia, Marketing Executive Maghfirah Travel, Achmad Haryadi mengatakan bahwa pada dasarnya perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa.

Ada banyak aspek yang berkaitan dengan ibadah yang harus dipahami oleh calon jamaah.

"Umrah ini tujuannya bukan hanya untuk jalan-jalan, kalau jamaah sudah merasa pintar dalam ibadahnya, tidak masalah (untuk Umrah mandiri) Tapi jika jamaah yang masih belum tahu tentang tata cara sunahnya seperti apa, terus rukunnya seperti apa, kami harapkan tidak mencoba untuk Umrah mandiri," kata Haryadi kepada Kompas.com, dalam kesempatan yang sama.

Bagi yang baru pertama kali melakukan perjalanan ibadah umrah, katanya, ada banyak aspek yang perlu diketahui, termasuk dalam hal ini doa-doa dan sunah-sunah yang dilakukan selama umrah.

"Ilmunya itu penting, karena tujuan umrah itu bukan nyaman, bukan pengalaman, tapi kita butuh mabrur-nya," tukar Haryadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau