Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejar Target 3 Juta Kunjungan, Kadispar Kepri Harapkan Short Visa Bisa Dongkrak Jumlah Wisman

Kompas.com, 6 Agustus 2024, 12:17 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti berharap kebijakan shor visa dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau.

Mengingat, jumlah kunjungan wisman ke Kepri sepanjang 2024 ditargetkan sebanyak 3 juta kunjungan.

Sementara pada semester pertama 2024 jumlah kunjungan wisman ke Kepri tercatat sebanyak 763.406.

Baca juga: Update Visa on Arrival di Kepri: Masuk Tahap Finalisasi

"Kami berharap dengan target 3 juta itu ada usaha yang luar biasa pada awal tahun, di mana relaksasi kebijakan tentang visa menjadi sebuah amunisi baru bagi Kepulauan Riau sebagai kawasan cross border untuk bisa berkontribusi besar terhadap peningkatan jumlah kunjungan di Indonesia," kata Guntur dalam program The Weekly Brief with Sandi Uno secara daring, Senin (5/8/2024).

Guntur menilai hadirnya kebijakan short visa dapat menarik lebih banyak lagi wisman ke Kepri, terutama wisman dari Singapura.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Skema visa (short visa) saya pikir adalah sebuah kesempatan baru yang disiapkan oleh pemerintah, dan kami pemerintah daerah tidak memiliki otoritas di situ," katanya.

Ia menambahkan, capaian kunjungan wisman ke Kepri pada periode Juli 2024 masih seimbang jika dibandingkan dengan capaian kunjungan wisman ke Kepri pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: 74 Kapal Disiagakan untuk Pemudik Jalur Laut di Kawasan Kepri

Namun, sambungnya, dengan target tinggi tersebut menurutnya pihaknya masih "sesak napas" untuk mengejar defisit 2,3 juta wisman pada semester 2 tahun 2024.

"Skema visa baru ini akan menjadi kekuatan yang sangat besar, yang sangat berdampak bagi Kepri sebagai cross border untuk bisa menghadirkan lebih banyak kunjungan wisman ke Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti dalam program The Weekly Brief with Sandi Uno secara daring, Senin (5/8/2024).Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti dalam program The Weekly Brief with Sandi Uno secara daring, Senin (5/8/2024).

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (25/6/2024), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, short visa atau visa kunjungan jangka pendek untuk wisman ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan segera diumumkan.

"Yang akan segera diumumkan ini adalah short visa, yang tujuh hari di Kepri," kata Menparekraf saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).

Baca juga: Saat Lansia Asal Singapura Diajak Menikmati Alam Sekupang Batam

Sementara itu, tambahnya, untuk pemberlakuan bebas visa saat ini masih dalam daftar tunggu, dan akan ada pengumuman segera.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau