ChatGPT Dianggap Pelopor Gelombang PHK, Ini Janji Manis Bos OpenAI

Kompas.com, Diperbarui 11/05/2026, 07:39 WIB
Marsha Bremanda,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejak tren kecerdasan buatan (AI) generatif meledak, yang dipelopori oleh kehadiran ChatGPT, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri mulai bermunculan dan jumlahnya kini semakin masif.

Di tengah kekhawatiran publik akan ancaman AI terhadap lapangan pekerjaan tersebut, CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya buka suara dan melontarkan janji tegas.

Melalui sebuah unggahan di platform X (dahulu Twitter), pria yang menjadi nakhoda di balik kesuksesan ChatGPT itu berjanji bahwa perusahaannya tidak memiliki niat untuk menyingkirkan peran manusia.

"Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia," tulis Altman di X, awal Mei lalu.

Pernyataan Altman ini muncul di tengah situasi industri teknologi yang sedang tidak baik-baik saja. Selama setahun terakhir, Amerika Serikat dilanda gelombang PHK yang sangat brutal.

Baca juga: Daftar Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK, Ada Siapa Saja?

Badai PHK ini menyapu bersih berbagai perusahaan, baik skala besar maupun kecil, di berbagai sektor industri. Ironisnya, banyak jajaran petinggi perusahaan yang secara terang-terangan menuding kehadiran AI sebagai alasan utama dari pemangkasan karyawan tersebut.

Salah satu contoh kasus yang paling disorot adalah nasib nahas yang menimpa para engineer di King, studio pengembang di balik game mobile Candy Crush.

Para insinyur di perusahaan tersebut ditugaskan untuk merancang sebuah alat penghasil level permainan berbasis AI.

Tragisnya, begitu proyek alat pembuat level otomatis itu rampung, para teknisi tersebut langsung dipecat dan pekerjaan mereka sepenuhnya digantikan oleh sistem AI yang mereka ciptakan sendiri.

Baca juga: Ditakuti Menkeu dan Bankir, Begini Kemampuan Mythos AI Anthropic yang Kontroversial

Prediksi "mengerikan" bos Anthropic

Kejadian-kejadian semacam itu tak ayal memicu sentimen penolakan dan pandangan negatif yang meluas di masyarakat. Banyak pihak meyakini bahwa AI pada akhirnya akan mengambil alih seluruh pekerjaan di dunia nyata.

Kecemasan ini semakin diperparah dan diamplifikasi oleh komentar-komentar dari para petinggi perusahaan AI lainnya, salah satunya Dario Amodei, CEO Anthropic.

Amodei diketahui telah berulang kali melontarkan klaim yang cukup meresahkan bagi para pekerja teknologi.

Ia memprediksi bahwa umat manusia kini hanya berjarak sekitar enam bulan hingga satu tahun lagi dari sebuah era di mana "semua kode komputer ditulis sepenuhnya oleh AI".

Baca juga: Terbaru, Ini 10 Profesi Paling Terdampak dan Aman dari AI

Bantahan Altman

Merespons gelombang pesimisme dan ketakutan publik terkait hilangnya lapangan pekerjaan, Sam Altman kembali memberikan tanggapannya dalam unggahan lanjutan di X.

Menurut bos OpenAI itu, pesimisme massal mengenai hilangnya mata pencaharian dinilai sebagai sebuah pandangan yang keliru jika dilihat dari kacamata jangka panjang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau