Komdigi Luncurkan Mudikpedia, Panduan Digital untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Kompas.com, 23 Desember 2025, 11:22 WIB
Yudha Pratomo

Penulis

Ringkasan berita:

  • Kemkomdigi meluncurkan Mudikpedia Nataru sebagai kanal informasi digital terpadu untuk menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, menyediakan data resmi dan real-time mulai dari kondisi lalu lintas, rekayasa arus, tarif tol, hingga nomor layanan darurat guna membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan terarah.
  • Kanal ini diharapkan menekan misinformasi dan mendukung kelancaran mobilitas 119,5 juta pelaku perjalanan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui integrasi informasi kuliner dan wisata, dengan pembaruan data yang dilakukan secara berkala menyesuaikan dinamika lalu lintas dan cuaca ekstrem.

KOMPAS.com – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) merilis kanal informasi terpadu Mudikpedia Nataru. Kanal digital ini disiapkan untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan akhir tahun secara lebih aman dan terarah.

Mudikpedia Nataru dapat diakses melalui https://s.id/MudikpediaNataru. Platform ini merangkum berbagai informasi resmi dan terbaru dalam satu halaman, mulai dari kondisi lalu lintas terkini, pengaturan arus kendaraan, tarif tol, hingga daftar nomor layanan darurat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, Mudikpedia merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian informasi kepada masyarakat di tengah tingginya mobilitas pada periode Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Komdigi Pasang 10 Titik Internet Satelit Satria-1 di Lokasi Banjir Sumatera

Pada periode Natal dan Tahun Baru 2026 ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sekitar 119,5 juta orang akan melakukan perjalanan melalui berbagai moda transportasi selama libur. Angka ini menurut Meutya, menuntut kesiapan komunikasi publik yang andal dan mudah diakses.

"Melalui Mudikpedia Nataru, kami ingin memastikan setiap warga negara memiliki akses informasi yang sama, akurat, dan real-time langsung dari genggaman mereka," kata Meutya dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, kanal digital tersebut juga diharapkan dapat menekan potensi penyebaran informasi keliru yang kerap muncul di tengah kepadatan arus perjalanan. Dengan data yang terintegrasi, pemudik dapat mengambil keputusan perjalanan secara lebih tepat.

Kemkomdigi menilai, lonjakan perjalanan akhir tahun tidak lepas dari tingginya minat masyarakat untuk bepergian serta kondisi ekonomi yang relatif stabil. Melalui Mudikpedia, masyarakat dapat mengatur jadwal keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan di titik-titik tertentu.

"Pemudik bisa memantau lalu lintas secara langsung, mengecek tarif tol, hingga melihat peta kuliner untuk beristirahat,” ujar Meutya.

Mudikpedia Nataru dirancang dengan antarmuka yang mudah digunakan.

Sejumlah fitur tersedia, seperti akses cepat ke nomor penting, informasi rekayasa lalu lintas, tarif tol dan lokasi SPKLU untuk kendaraan listrik, peta kuliner dan destinasi wisata, serta data kesiapan infrastruktur dan transportasi umum.

Baca juga: Komdigi Tegur 25 Platform Digital, Ada Nama Induk ChatGPT

Selain mendukung kelancaran perjalanan, pemerintah juga berharap Mudikpedia dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Informasi kuliner dan wisata yang terintegrasi diharapkan mendorong pemudik berbelanja dan singgah di wilayah tujuan.

Kemkomdigi memastikan pembaruan data Mudikpedia dilakukan secara berkala, termasuk untuk menyesuaikan dengan dinamika lalu lintas dan potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di penghujung tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau