Mozilla Tunjuk CEO Baru, Firefox Bersiap Jadi Browser AI

Kompas.com, Diperbarui 18/12/2025, 06:47 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Ringkasan berita:

  • Mozilla menunjuk Anthony Enzor-DeMeo sebagai CEO baru, dengan fokus membawa Firefox berevolusi menjadi browser AI modern yang tetap menjunjung privasi, transparansi, serta kontrol penuh di tangan pengguna. AI di Firefox akan bersifat opsional, termasuk lewat uji coba fitur “AI Window” yang bisa dinonaktifkan.
  • Di tengah anjloknya pangsa pasar Firefox dan ketergantungan pada Google, Mozilla menargetkan diversifikasi bisnis dengan berinvestasi pada produk AI dalam tiga tahun ke depan, sembari menghadapi persaingan ketat dari Chrome dan browser AI baru seperti OpenAI dan Perplexity.

KOMPAS.com - Perusahaan di balik peramban web Firefox, Mozilla, memiliki pemimpin baru. Perusahaan yang berada di bawah payung Mozilla Foundation itu kini dipimpin oleh CEO baru, Anthony Enzor-DeMeo.

Anthony bukanlah nama dalam tubuh Mozilla. Ia sebelumnya adalah Senior Vice President Firefox.

Sebagai CEO Mozilla Corporation, ia kini mengemban tugas untuk mengembangkan Firefox menjadi browser modern berbasis kecerdasan buatan (AI), tanpa mengorbankan prinsip privasi dan transparansi kepada pengguna.

Dalam sebuah unggahan di blog resmi Mozilla, Anthony Enzor-DeMeo menyebut bahwa Firefox akan berevolusi menjadi browser AI modern, dengan pendekatan yang berbeda dari para pesaingnya.

Mozilla, kata dia, ingin memastikan AI hadir sebagai pilihan, bukan paksaan, dan tetap bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pengguna.

“AI harus selalu menjadi pilihan, sesuatu yang bisa dengan mudah dimatikan. Kontrolnya harus sederhana,” tulis Anthony.

Baca juga: Restrukturisasi, Mozilla PHK 30 Persen Karyawan

Anthony Enzor-DeMeo, CEO baru Mozilla yang mau fokus jadikan Firefox sebagai ?AI browser modern?.Mozilla Anthony Enzor-DeMeo, CEO baru Mozilla yang mau fokus jadikan Firefox sebagai ?AI browser modern?.

Langkah awal strategi ini disebut sudah terlihat bulan lalu, ketika Mozilla mulai menguji fitur “AI Window”, asisten digital bawaan Firefox yang bersifat opsional dan bisa dinonaktifkan.

Fitur tersebut menjadi gambaran awal arah Firefox ke depan sebagai browser AI yang tetap mengedepankan kontrol pengguna.

Di luar browser, Enzor-DeMeo juga menargetkan perluasan portofolio produk Mozilla. Meski begitu, Firefox tetap akan menjadi tulang punggung perusahaan.

Mozilla ingin mengembangkan produk software baru yang dipercaya pengguna, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan.

Saat ini, Firefox menghadapi tantangan besar dari sisi pangsa pasar. Sekitar 15 tahun lalu, browser ini sempat menguasai hampir 30 persen pasar.

Namun, menurut data Statcounter per November, pangsa Firefox kini menyusut menjadi sekitar 4,25 persen di pasar browser desktop, jauh tertinggal dari Google Chrome yang mendominasi lebih dari 75 persen.

Baca juga: Mozilla PHK Karyawan, Putar Haluan Bisnis Jadi Seriusi AI

Meski popularitasnya menurun, Mozilla masih bertahan berkat donasi dan pemasukan besar dari Google, yang membayar Mozilla agar Google Search menjadi mesin pencari (search engine) default di Firefox.

Di bawah kepemimpinan baru, Mozilla kembali menegaskan ambisinya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan, terutama lewat produk berbasis AI.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami akan berinvestasi pada AI yang sejalan dengan Mozilla Manifesto, sekaligus memperluas pendapatan di luar bisnis pencarian,” tulis Enzor-DeMeo, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PCMag.

Namun, jalan Mozilla tidak akan mudah. Persaingan di ranah browser semakin ketat, dengan Chrome yang terus menambahkan fitur AI, serta kehadiran pemain baru seperti OpenAI dan Perplexity yang mengembangkan browser berbasis AI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau