Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Ingin Investor Rusia Masuk ke Sektor Energi Nasional

Kompas.com, 14 Mei 2026, 12:23 WIB
Suparjo Ramalan ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Rusia tengah memperluas kerja sama perdagangan dan investasi di tengah tren peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

Pemerintah membuka peluang lebih luas bagi investor Rusia untuk masuk ke sektor strategis nasional, mulai dari hilirisasi mineral, petrokimia, hingga infrastruktur energi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti, dalam pertemuan bilateral dengan Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia Vladimir Ilyichev.

Baca juga: Bahlil: Minyak dari Rusia Sebentar Lagi Masuk

Ilustrasi industri petrokimia.WIKIMEDIA COMMONS/SECL Ilustrasi industri petrokimia.

“Indonesia membuka peluang yang lebih luas bagi investor Rusia untuk berpartisipasi dalam sektor petrokimia, infrastruktur energi, dan hilirisasi mineral sebagai bagian dari transformasi industri nasional,” ujar Roro lewat keterangan pers, Kamis (14/5/2026).

Wamendag menyebut Indonesia berkomitmen memperluas kerja sama strategis dengan Rusia, khususnya dalam sektor perdagangan, investasi, dan hilirisasi industri.

Kemitraan kedua negara terus menunjukkan tren positif di sektor perdagangan.

Pada 2025, nilai perdagangan mencapai 4,8 miliar dollar AS, meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Kena Sanksi Uni Eropa, Perusahaan Terminal Minyak RI Bantah Tangani Tanker Rusia

Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi sebesar 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” paparnya.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (28/4/2026)KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (28/4/2026)

Wamendag mencatat, Indonesia dan Rusia memiliki hubungan dagang yang saling melengkapi.

Rusia menjadi pemasok komoditas strategis bagi Indonesia seperti batu bara, pupuk, dan produk baja.

Baca juga: Skema Impor Minyak Rusia Disiapkan, Pemerintah Hitung Opsi BLU dan BUMN

Sementara Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.

“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” lanjutnya.

Lebih jauh, Wamendag juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg.

Indonesia saat ini tengah mempercepat proses ratifikasi domestik dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV tahun 2026.

Baca juga: Amankan 150 Juta Barrel dari Rusia, Indonesia Masih Incar Impor Minyak Asal AS

Untuk mengoptimalkan implementasi perjanjian tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia–EAEU Business Council (IEBC) bekerja sama dengan KADIN Indonesia.

“Pembentukan Indonesia–EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” ucap Roro.

Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor perdagangan jasa.

Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau