Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya mendorong ekspor komoditas unggulan daerah terus dilakukan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menggandeng PT Cassia Co-Op untuk mempercepat ekspor kayu manis Kerinci melalui Terminal Petikemas Talang Duku, dengan target pengiriman mencapai 1.000–1.500 ton pada 2026 ke pasar Amerika, Eropa, dan Asia.
General Manager Pelindo Regional 2 Jambi Febrianto Zenny mengatakan, kolaborasi ini difokuskan pada efisiensi logistik guna meningkatkan daya saing produk di pasar global.
“Optimalisasi layanan pelabuhan akan mempercepat arus barang dan meningkatkan kualitas distribusi ekspor,” ujar Febrianto dalam keterangan tertulis Sabtu (25/4/2026).
Baca juga: Dari Washington ke Jakarta: Peringatan Keras Purbaya tentang Biaya Logistik 23 Persen
Menurut dia, kerja sama tersebut menekankan pemanfaatan fasilitas dan layanan kepelabuhanan untuk memperlancar logistik serta meningkatkan volume ekspor komoditas unggulan daerah.
Founder Cassia Co-Op Patrick Barthelemy menambahkan, kerja sama ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga memperkuat posisi kayu manis Kerinci sebagai komoditas bernilai tinggi di pasar internasional.
Ia menekankan pentingnya pembenahan rantai pasok untuk menjaga konsistensi pasokan dan meningkatkan daya saing produk.
Selama ini, kayu manis Kerinci dikenal memiliki permintaan stabil di pasar global. Namun, keterbatasan infrastruktur dan efisiensi logistik masih menjadi tantangan utama bagi pelaku ekspor.
Melalui integrasi layanan pelabuhan dan distribusi, ekspor diharapkan dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Jambi sebagai salah satu pintu utama ekspor komoditas perkebunan nasional.
Baca juga: Arus Barang Pelabuhan Tanjung Priok Tumbuh di Awal 2026
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang