Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

INET Restrukturisasi Kontrak, Kini Gandeng Induk WIFI untuk IP Transit

Kompas.com, 31 Maret 2026, 19:40 WIB
Suparjo Ramalan ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyesuaikan struktur kerja sama layanan IP Transit.

Perubahan ini mengalihkan kerja sama dari entitas anak ke induk usaha. Cakupan bisnis pun diperluas dari sebelumnya hanya Fiber to the Home (FTTH) menjadi mencakup Fixed Wireless Access (FWA).

Kerja sama yang sebelumnya dilakukan dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) kini dialihkan ke PT Jaringan Infra Andalan (JIA). JIA merupakan induk usaha IJE dan berada di bawah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Baca juga: Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Akuisisi Perusahaan Teknologi (THC)

Laporan keuangan konsolidasian audited tahun buku 2025 mencatat perubahan tersebut. Catatan 32 tentang peristiwa setelah tanggal pelaporan mengonfirmasi adanya novasi atau pembaruan kontrak kerja sama.

Perubahan ini mengarahkan fokus kerja sama ke JIA. Entitas ini mengendalikan lini bisnis FTTH melalui IJE serta FWA melalui entitas lain seperti Telemedia.

"Struktur kerja sama pada level entitas induk (JIA) ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya. Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA," ujar Sekretaris Perusahaan INET Arki Rifazka, Selasa (31/3/2026).

Penyesuaian struktur diikuti langkah administratif dan finansial.

Pada 2 Januari 2026, INET dan IJE sepakat membatalkan perjanjian infrastruktur kabel fiber optik yang dibuat pada 2025. INET telah menerima kembali uang jaminan sebesar Rp 61 miliar pada 6 Januari 2026.

Entitas anak INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), juga mengakhiri perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari 2026. PFI mengembalikan uang muka sebesar Rp 48,51 miliar pada 23 Februari 2026.

Baca juga: WIFI dan Nokia Jajaki Pengembangan Infrastruktur Digital 6G

Pada saat yang sama, PFI menandatangani addendum perjanjian dengan JIA pada 6 Februari 2026. Dalam kesepakatan baru ini, nilai uang jaminan disesuaikan menjadi Rp 269,23 miliar.

Manajemen menegaskan rangkaian transaksi tersebut merupakan penyesuaian struktur kerja sama. Perubahan ini tidak berarti penghentian kerja sama.

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi INET sebagai pemasok bandwidth utama dalam ekosistem JIA. Termasuk di dalamnya entitas usaha yang terafiliasi dengan WIFI.

Secara struktur, JIA merupakan entitas langsung WIFI dengan kepemilikan saham 99,99 persen. Di bawah JIA terdapat IJE dengan kepemilikan 50,84 persen. JIA juga menjadi induk bagi PT Telemedia Komunikasi Pratama melalui rantai kepemilikan tidak langsung.

Dengan kerja sama ini, INET terhubung dengan beberapa entitas di bawah JIA dalam satu skema terintegrasi.

Manajemen mengimbau investor merujuk pada laporan keuangan resmi untuk memahami detail transaksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau