Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PGN Siapkan Belanja Modal Rp 5,7 Triliun untuk Infrastruktur Gas 2026

Kompas.com, 9 Maret 2026, 18:13 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (CAPEX) sebesar 353 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,7 triliun pada 2026 untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi terintegrasi di Indonesia. Langkah ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi.

Alokasi belanja modal tersebut meningkat sekitar 14 persen dibandingkan 2025. Dana investasi ini akan digunakan untuk pengembangan jaringan transmisi dan distribusi gas, perluasan layanan pelanggan, serta penguatan kegiatan hulu migas.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengatakan, arah strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan operasional dan ekspansi bisnis yang selektif dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan.

“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif,” ujar Arief di Jakarta, melalui keterangan pers, Senin (9/3/2026).

“Seluruhnya diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini,” lanjut dia.

Baca juga: Pendapatan PGN (PGAS) Tumbuh 5 Persen pada 2025, Didukung Infrastruktur Gas

Fokus Pengembangan Infrastruktur Gas

PGN mengalokasikan sekitar 219 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun dari total belanja modal 2026 untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi. Investasi ini mencakup pembangunan jaringan pipa maupun pengembangan layanan beyond pipeline.

Pengembangan beyond pipeline dilakukan melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) agar distribusi gas dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan pelanggan.

Beberapa proyek prioritas yang disiapkan antara lain customer attachment, perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatera dan Jawa, pembangunan Pipa Tegal–Cilacap, serta perpanjangan Pipa Sei Mangkei.

Selain itu, PGN juga merencanakan pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur guna memperkuat rantai pasok gas nasional. Perusahaan juga melanjutkan pengembangan bisnis rendah karbon atau low carbon business sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang, termasuk melalui inisiatif biomethane.

Baca juga: PGN Masuk 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi TIME

Optimalkan Kegiatan Hulu Migas

Selain investasi pada infrastruktur hilir, PGN juga menyiapkan belanja modal sebesar 134 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun untuk kegiatan hulu migas.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kinerja eksplorasi serta mendukung peningkatan lifting minyak dan gas.

Program utama yang disiapkan mencakup kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken. Perusahaan juga menyiapkan perpanjangan kontrak kerja sama di WK Pangkah serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik tiga dimensi.

“Untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, kami memperkuat aspek HSSE dengan target zero accident,” kata Arief.

“Sementara untuk komitmen keberlanjutan, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen,” ujarnya.

PGN juga menilai kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk menghadapi dinamika industri energi yang semakin fluktuatif.

Melalui penguatan sinergi dengan berbagai pihak, PGN berharap dapat menjaga transparansi serta menyelaraskan ekspektasi pasar terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang. Dengan fondasi tersebut, PGN optimistis tetap adaptif dan mampu bersaing di tengah perubahan industri energi global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau