Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lulus Uji Operasi, Anak Usaha Emiten Hashim Djojohadikusumo WIFI Siap Luncurkan Internet Rakyat

Kompas.com, 28 Januari 2026, 07:40 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mengumumkan keberhasilan pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO).

Anak usaha emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ini juga memperoleh lisensi operasional untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA) Internet Rakyat (IRA) berbasis pita frekuensi 1,4 GHz.

Dengan dua capaian tersebut, layanan IRA dinyatakan siap untuk segera diluncurkan dan dioperasikan secara komersial.

Baca juga: Menurut Hashim Djojohadikusumo, Ini Kunci Pertumbuhan Ekonomi Ri agar Tinggi dan Berkualitas

Keberhasilan ULO dan perolehan perizinan menjadi tonggak penting bagi PT Telemedia Komunikasi Pratama yang menandai kesiapan penuh perusahaan untuk segera menghadirkan layanan FWA berbasis pita frekuensi 1,4 GHz pertama di dunia secara komersial karena telah memenuhi seluruh persyaratan teknis, operasional, dan regulasi.

Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama Shannedy Ong menjelaskan, pelaksanaan ULO yang merupakan kelanjutan dari keberhasilan PT Telemedia Komunikasi Pratama dalam memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025.

Dalam proses ULO, dilakukan pengujian menyeluruh yang mencakup performa jaringan, stabilitas dan kualitas koneksi, keandalan sistem, serta kesiapan infrastruktur pendukung layanan.

Hasil uji kecepatan yang dilakukan menggunakan perangkat laptop maupun ponsel menunjukkan bahwa produk layanan Internet Rakyat (IRA) mampu melampaui standar kecepatan unduh minimum yang ditetapkan oleh KOMDIGI, yaitu up-to 100 Mbps.

"Seluruh rangkaian pengujian telah membuktikan bahwa produk layanan yang diberikan memenuhi standar kualitas layanan, keandalan jaringan, serta ketentuan regulator yang berlaku, sehingga secara resmi memperoleh lisensi operasional," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk tersebut menerangkan, pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz kualitas pada layanan FWA ini akan menjadikan produk layanan IRA sebagai implementasi komersial pertama di dunia yang menggunakan pita frekuensi tersebut.

Inovasi ini membuka ekosistem baru dalam pengembangan layanan FWA global.

Secara karakteristik, pita frekuensi 1,4 GHz menawarkan penetrasi indoor signal yang kuat, jangkauan yang luas, kualitas koneksi yang stabil, serta efisiensi biaya dan jaringan yang optimal. "Sehingga sangat ideal untuk memperluas akses internet terjangkau di daerah-daerah dengan tingkat densitas perumahan yang tinggi, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur berbasis kabel," imbuh dia.

Keberhasilan ULO dan perolehan lisensi operasional mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan akses internet terjangkau serta percepatan transformasi digital nasional yang sejalan dengan komitmen SURGE dalam memperkuat konektivitas nasional secara merata.

“PT Telemedia Komunikasi Pratama dapat segera mempercepat realisasi layanan IRA Internet Rakyat secara komersial kepada masyarakat, terutama yang telah melakukan preregistration, dengan jumlah pendaftar yang saat ini sudah mencapai lebih dari 1,1 juta,” ungkap dia.

Dengan kesiapan operasional yang telah tercapai, layanan ini siap menjadi alternatif strategis dalam memperluas penetrasi internet nasional serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik berbasis digital.

Sebagai bagian dari ekosistem PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE), PT Telemedia Komunikasi Pratama akan segera melakukan peluncuran komersial untuk layanan FWA 1,4 GHz Internet Rakyat (IRA).

Baca juga: Bangun Jaringan Digital, Emiten Hashim Djojohadikusumo WIFI Gandeng Pos Properti

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau