Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengangguran Muda Tinggi, Dunia Usaha Bantu Tutup Kesenjangan Kesiapan Kerja

Kompas.com, 27 Januari 2026, 17:25 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com- Dengan tantangan ketenagakerjaan yang masih besar, keterlibatan dunia usaha dinilai semakin penting untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda dan membangun ekosistem talenta yang adaptif serta berdaya saing.

Tingkat pengangguran pada kelompok usia muda masih menjadi tantangan serius ketenagakerjaan nasional.

Data menunjukkan, tingkat pengangguran usia 15–24 tahun mencapai 16,16 persen. Angka ini tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya sekaligus mencerminkan kesenjangan antara sistem pembelajaran dan kesiapan kerja yang dibutuhkan industri.

Baca juga: Angka Kelahiran China Turun, Anak Muda Tunda Nikah karena Ekonomi?

DHL Group melalui program GoTeach, memperluas kontribusi dalam peningkatan kesiapan kerja generasi muda.

Managing Director Indonesia DHL Supply Chain, Mauricio Almeida mengatakan, banyak anak muda memiliki potensi besar namun belum memiliki akses untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, disiplin kerja, dan kemampuan pemecahan masalah.

“GoTeach memberikan kesempatan tersebut, dan kami menyaksikan peningkatan keterampilan yang konsisten sepanjang program,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).

Sementara Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad menyebutkan, memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya di Indonesia, program tersebut menjangkau lebih dari 230 anak muda berusia 15 hingga 24 tahun di Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Flores.

Cakupan wilayah tersebut menjadi yang terluas sepanjang sejarah implementasi GoTeach di Indonesia.

“Sebelas tahun pelaksanaan GoTeach di Indonesia membuktikan bahwa ketika dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial bergerak bersama, kita dapat membuka akses pembelajaran yang lebih setara," sebut dia.

"Tahun ini menunjukkan bahwa skala dan kedalaman kolaborasi mampu menghasilkan pembelajaran yang semakin relevan bagi generasi mendatang. Program ini mencerminkan komitmen jangka panjang DHL dalam mendukung pengembangan talenta muda,” tambah dia.

Lebih dari 40 relawan dari DHL Express, DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain terlibat dengan menyumbangkan lebih dari 2.000 jam kegiatan, mulai dari mengajar hingga memfasilitasi lokakarya perencanaan karier.

Para peserta mengikuti delapan sesi virtual terstruktur yang dirancang untuk memastikan pemerataan akses pembelajaran dan terlepas dari keterbatasan geografis.

DHL bekerja sama dengan SOS Children?s Villages untuk menjembatani berbagai keterbatasan akses di sejumlah wilayah, guna memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta.DOKUMENTASI DHL DHL bekerja sama dengan SOS Children?s Villages untuk menjembatani berbagai keterbatasan akses di sejumlah wilayah, guna memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta.
Di Indonesia, DHL bermitra dengan SOS Children’s Villages menyelenggarakan berbagai lokakarya keterampilan dan pendampingan bagi anak muda dalam mempersiapkan transisi ke dunia kerja.

President Director DHL Global Forwarding Indonesia Nicholas Bongsosartono menambahkan, sepanjang tahun lalu, DHL bekerja sama dengan SOS Children’s Villages untuk menjembatani berbagai keterbatasan akses di sejumlah wilayah, guna memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta.

Pada 2025, DHL juga menggandeng mitra lokal dan perusahaan lain, termasuk Berkat Lentera Kecil, Dibimbing.com, Merck, Yayasan Berani Bermimpi, serta para profesional di bidang kesehatan mental dan perencanaan keuangan, guna menyusun kurikulum yang lebih komprehensif.

Baca juga: Gen Z Dinilai Tak Siap Masuk Dunia Kerja, Pengangguran Meningkat?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau