Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Peran Penting Penemuan Cadangan Gas Bumi bagi Ketahanan Ekonomi RI

Kompas.com, 6 November 2025, 20:44 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Penemuan cadangan gas bumi dalam beberapa tahun terakhir dinilai semakin penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi, ketahanan energi, dan mempercepat transisi energi nasional.

ReforMiner Institute mencatat bahwa aktivitas eksplorasi migas kini semakin didominasi oleh temuan gas, termasuk Layaran-1, Timpan-1, Geng North-1, hingga South CPP, dengan total cadangan terbukti dan potensial mencapai 51,98 TCF hingga Juni 2025.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan dominasi temuan gas bumi menunjukkan besarnya peluang bagi Indonesia untuk mengamankan pasokan energi sekaligus menjaga arah kebijakan ekonomi hijau.

“Gas bumi merupakan energi fosil yang paling relevan untuk menopang ketahanan energi nasional dan transisi menuju ekonomi hijau,” ujar Komaidi dalam catatan Reforminer, dikutip Kamis 6/11/2025).

Baca juga: Cadangan Gas RI Terbesar se-Asia Tenggara, tapi Tantangannya Monetisasinya Juga Banyak

Studi ReforMiner menunjukkan industri hulu gas terhubung dengan sekitar 113 dari 185 sektor ekonomi, sehingga memberikan multiplier effect sebesar 6,56 kali dari nilai investasi.

Nilai linkage index sebesar 3,12 juga mencerminkan kuatnya keterkaitan industri hulu gas dengan sektor-sektor pendukung serta penggunaannya di berbagai sektor ekonomi.

Dari sisi fiskal dan moneter, optimalisasi pemanfaatan gas bumi dinilai dapat menurunkan beban subsidi energi dan impor LPG yang selama ini membebani APBN.

Kementerian Keuangan mencatat kebutuhan subsidi LPG dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar Rp 453 triliun, sementara devisa impor mencapai Rp 64 triliun per tahun.

“Program jaringan gas rumah tangga mampu menekan impor LPG hingga 400.000 metrik ton atau 6,15 persen dan menghemat subsidi sekitar Rp 2,68 triliun,” kata Komaidi.

Baca juga: PGAS Bersiap Garap Potensi dari Penemuan Cadangan Gas Terbesar di Dunia

Gas bumi juga memegang peran sentral dalam kebijakan hilirisasi nasional. Berbagai proyek seperti PIM III, Pusri III, GRR Tuban, Pabrik Methanol Bojonegoro, petrokimia Masela, hingga proyek ammonia dan blue ammonia di Papua Barat diperkirakan membutuhkan gas sekitar 1.078 MMSCFD.

ReforMiner menilai manfaat hilirisasi akan lebih optimal apabila bahan baku gas berasal dari produksi domestik. Pada industri petrokimia, multiplier effect penggunaan gas domestik bisa mencapai 5,28 kali, lebih tinggi dibanding gas impor.

Dalam bauran energi nasional hingga akhir 2024, porsi gas bumi masih berada pada tingkat 16,69 persen, minyak bumi 29,9 persen, batu bara 39,48 persen, dan energi baru terbarukan 14,1 persen. Dalam Kebijakan Energi Nasional, porsi gas diproyeksikan meningkat menjadi 14,4–15,4 persen pada 2030.

Baca juga: Bakal Gantikan LPG pada 2027, Apa Itu Gas DME?

Halaman:


Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau