Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Ajak Masyarakat Jaga Nilai Tabungan, Pegadaian Paparkan Keunggulan Menabung Emas

Kompas.com, 28 Agustus 2025, 20:42 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan masa depan dengan memahami pentingnya menjaga nilai tabungan.

Pasalnya, menabung bukan hanya soal apa yang ditabung atau kapan waktu yang tepat, tetapi juga tentang cara menjaga nilai dari hasil tabungan.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Dwi Hadi Atmaka (Aat) mengatakan bahwa menabung adalah sarana termudah untuk menjembatani pemenuhan kebutuhan di masa mendatang dengan menyisihkan sebagian uang sesuai kemampuan keuangan di masa sekarang.

Selama ini, masyarakat umumnya memilih menabung uang. Namun, ada alternatif lain yang memiliki keunggulan lebih, yaitu menabung emas.

Baca juga: Cara Menabung Emas di Pegadaian: Syarat dan Langkah Praktisnya

“Menabung uang itu perlu, sedangkan menabung emas adalah harus. Menabung uang perlu untuk menjaga likuiditas dan memudahkan transaksi, sedangkan menabung emas adalah suatu keharusan,” ujar Aat dalam keterangan resminya, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, menabung emas adalah keharusan karena terbukti melindungi nilai uang dari inflasi, menjadi alat ukur biaya yang stabil, dan menjadi aset strategis untuk mewujudkan berbagai rencana di masa depan, seperti dana pendidikan, pensiun, atau ibadah haji.

Emas dikenal sebagai aset yang sangat tangguh sepanjang sejarah karena mampu menjaga nilai kekayaannya, bahkan di tengah gejolak ekonomi.

Sebagai salah satu instrumen investasi, emas memiliki karakteristik unik yang menjadikannya pilihan strategis untuk berbagai tujuan keuangan. Terdapat tiga sifat utama emas yang menjadikannya sebagai produk investasi unggulan.

Baca juga: Investasi Emas Digital, Pilihan Cerdas untuk Generasi Muda Masa Kini

Pertama, emas bersifat likuid yang artinya setara dengan uang tunai dan mudah dicairkan atau diuangkan kapan saja saat diperlukan.

Kedua, sifat universal emas membuatnya diterima di seluruh dunia dan memiliki standar yang diakui secara global.

Ketiga, emas bersifat fleksibel, tersedia dalam berbagai bentuk portofolio, seperti emas batangan, perhiasan, dan emas digital, sehingga investor bisa memilih opsi sesuai dengan kebutuhan.

Tiga sifat tersebut menjadikan emas sebagai pelindung nilai sekaligus aset yang dapat diandalkan untuk mewujudkan rencana keuangan jangka panjang.

"Emas adalah salah satu aset yang safe haven. Nilai riilnya cenderung stabil bahkan meningkat di tengah gejolak ekonomi. Ini yang membedakan emas dengan uang,” ucap Aat.

Baca juga: Faktor Ekonomi Jadi Penghambat Pendidikan, Pentingnya Rencana Keuangan

Untuk itu, Pegadaian menghadirkan Tabungan Emas sebagai solusi bagi masyarakat agar bisa menabung emas dengan cara yang aman, mudah, dan terjangkau bagi semua kalangan.

Pegadaian jamin keamanan dan kemudahan menabung emas

Aat menegaskan, tidak ada kata terlambat untuk menabung emas di Pegadaian. Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu ragu untuk bertransaksi secara digital karena Pegadaian telah menyiapkan stok fisik untuk setiap pembelian emas yang dilakukan masyarakat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau