Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikbud Gelar Lomba bagi Siswa Berkebutuhan Khusus 2023

Kompas.com, 11 Oktober 2023, 18:00 WIB
Carissa Juwita,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI resmi menggelar Lomba Kompetensi Siswa Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (LKS PDBK) tingkat nasional pada 7 sampai 12 Oktober 2023 di Jakarta.

Sebelum masuk ke tingkat nasional, peserta didik sudah diseleksi di tingkat provinsi. Dari 2.826 peserta seleksi tersaring menjadi 295 siswa saja yang lolos ke lomba tingkat nasional.

Lomba ini bertujuan menjadi wadah bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakatnya di berbagai bidang. Selain itu, dapat memberikan dorongan kepada peserta untuk lebih percaya diri, disiplin, kreatif, memiliki karakter, dan mampu menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Pada lomba ini, terdapat 9 cabang lomba yaitu hantaran, kecantikan, kreasi barang bekas, kriya kayu, membatik, menjahit, merangkai bunga, tata boga, dan teknologi informasi.

Baca juga: Kemendikbud: Banyak Siswa SMK di Indonesia Bisa Kembangkan Gim Lokal

Acara ini resmi dibuka oleh Putra Nababan, anggota DPR RI Komisi X.

“Selamat berkompetisi bagi para peserta yang sudah berhasil lolos ke tingkat nasional di Jakarta,” kata Putra dalam sambutannya di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (8/10).

Ia mengungkapkan bahwa peserta yang sudah datang dari jauh dan meninggalkan keluarga untuk bisa fokus dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi lomba.

Selain itu, dengan penyelenggaraan lomba ini diharapkan melalui peserta mengetahui apa talentanya dan melalui talenta akan muncul karakter pada diri setiap peserta. 

Putra menambahkan, peserta yang nantinya mendapatkan prestasi dapat memberikan contoh yang baik kepada teman-temannya di sekolah atau di daerah tempat tinggalnya. 

“Prestasi yang kalian raih di Jakarta nanti harus dilipatgandakan ketika kembali ke daerah masing-masing untuk mengajak orang lain ikut mengembangkan prestasi mereka,” ungkap Putra.

Baca juga: Ini Media Belajar Anak Berkebutuhan Khusus Sesuai Kriteria

Dengan demikian, berkebutuhan khusus bukan menjadi penghalang untuk setiap anak untuk berkembang dan menunjukkan talentanya kepada orang lain. 

Sementara itu Aswin Wihdiyanto, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus menjelaskan bahwa peserta didik harus terus mengembangkan kemampuannya supaya bisa mandiri dan memiliki daya saing dengan orang lain.

“Anak-anak bangsa akan tumbuh menjadi tenaga-tenaga ahli yang di perhitungkan. Jika visi ini terwujud di masa depan, tentu saja Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Aswin.

Diharapkan, peserta didik berkebutuhan khusus juga memiliki keterampilan dan bakat yang menjadi bekal mereka di masa depan.

Baca juga: Beasiswa S2-S3 Stanford University 2023, Kuliah Gratis dan Tunjangan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau