Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
IdeAksi
IdeAksi adalah platform kolaboratif insan pelajar dan sivitas akademika untuk berbagi ide, menyalurkan inovasi, menunjukkan aksi nyata, serta merayakan prestasi. Di sinilah ruang generasi muda berkumpul, saling menginspirasi, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan.

Rumah Amfibi Inovasi Mahasiswa UPR, Solusi untuk Wilayah Rawan Banjir

Kompas.com, 14 November 2025, 20:13 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Editor Travel & Food

Penulis: Dhimas Ari Yudha Pratama
Mahasiswa S1 Universitas Palangka Raya

KOMPAS.com - Di tengah ancaman banjir yang setiap tahun membayangi warga Desa Tewang Panjang, sekelompok mahasiswa hadir membawa harapan baru.

Melalui kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR), mahasiswa menggerakkan program pemberdayaan yang tidak hanya memperkenalkan teknologi rumah amfibi, tetapi juga menguatkan kesiapsiagaan warga dan pemuda desa untuk menghadapi bencana.

Program ini terlaksana lewat hibah Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) yang didanai penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Sebanyak 21 mahasiswa terlibat dalam program ini, terdiri atas 11 mahasiswa Fakultas Hukum dan 10 mahasiswa Fakultas Teknik.

Baca juga: Sinergi Akademisi dan UMKM Dongkrak Produk Pangan Magelang Tembus Pasar Lebih Luas

Mereka bekerja bersama sejak tahap edukasi mitigasi bencana, perakitan fondasi amfibi Ark’a Modulam, hingga pendampingan pembentukan organisasi pemuda desa. Kolaborasi dua rumpun keilmuan ini membuat program berjalan lebih menyeluruh, mencakup aspek teknis, sosial, hingga hukum.

Dosen pembimbing utama, Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn, menjelaskan bahwa inovasi Ark’a Modulam merupakan hasil riset dosen UPR yang dikembangkan untuk merespons banjir ekstrem di Kalimantan Tengah. Ia menilai teknologi ini sangat relevan untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai.

“Inovasi Ark’a Modulam bukan hanya soal teknologi konstruksi, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan solusi adaptif yang dapat mengurangi kerentanan masyarakat terhadap banjir tahunan. Sistem ini bekerja mengikuti naik-turunnya air, sehingga rumah dapat tetap aman tanpa harus dibongkar apabila terjadi peningkatan muka air,” ujarnya.

Dosen pembimbing lainnya, Nuraliah Ali, S.Pd.I, M.Pd.I., M.H, memberikan apresiasi atas keberhasilan tim PM-BEM FH & FT UPR yang lolos pendanaan nasional. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti kapasitas inovatif mahasiswa UPR.

Baca juga: Beasiswa bagi Guru SD-PAUD Kuliah D4-S1, Simak Cara dan Kriteria

“Lolosnya tim ini dalam pendanaan Kemendiktisaintek menjadi kebanggaan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu merancang program yang relevan, berdampak, dan berorientasi pada solusi. Keterlibatan mereka di lapangan membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Satriya Nugraha, S.H., M.Hum, menyoroti pentingnya pembentukan organisasi pemuda desa yang berfokus pada mitigasi bencana. Menurutnya, penguatan kelembagaan pemuda menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program.

“Pemuda memiliki energi besar untuk menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana. Dengan legalitas dan struktur organisasi yang jelas, mereka dapat bekerja lebih efektif, mendapatkan pelatihan lanjutan, bahkan menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga seperti Kesbangpol, BPBD, dan instansi lainnya. Inilah fondasi kelembagaan yang akan mendukung desa menjadi lebih tangguh,” jelasnya.

Pada aspek teknis, program menghadirkan narasumber utama Wijanarka, dosen Fakultas Teknik UPR sekaligus pengembang teknologi Ark’a Modulam—rumah amfibi berbasis drum apung dan rel vertikal.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan fungsi, manfaat, dan nilai adaptif teknologi ini, serta bagaimana masyarakat dapat memahami mekanismenya untuk penggunaan jangka panjang.

Baca juga: Sinergi Kampus dan Generasi Muda: Bangun Ekonomi Lokal lewat Budidaya Lobster

Selain itu, narasumber dari BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah turut memberikan pelatihan mitigasi bencana, mulai dari identifikasi risiko, sistem peringatan dini, hingga teknik evakuasi saat banjir.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau